Celebrithink.com – Pada aksi di Bundaran UGM, Jumat (3/7/2026) ada yang tampak berbeda dari aksi-aksi sebelumnya dari para ibu. Tak hanya pukul panci seperti biasanya tapi mereka juga berdendang dan berjoget. Bukan karena senang, tapi karena gelisah dengan kondisi Indonesia akhir-akhir ini. Ekspresi itu mereka ungkapkan dalam dua buah lagu Mars Ibu Berisik dan Kenduri Suara Ibu Peduli. Lagu ini merupakan karya kolaborasi Ibu Berisik, Suara Ibu Yogyakarta, Mother Bank, dan Frau.
Ibu-ibu ini menyuarakan fakta bahwa ekonomi Indonesia tengah berada di fase kritis yang langsung menghimpit rakyat kecil. Per akhir Juni 2026, nilai tukar Rupiah makin tertekan kuat di kisaran Rp17.966 per dolar AS, alias melemah 11 persen dalam setahun terakhir.​Imbasnya, inflasi Juni 2026 melonjak ke angka 3,34 persen secara tahunan akibat kenaikan harga BBM.
“Dampak domino ini langsung memukul daya beli masyarakat, mulai dari pedagang pasar, ojol, hingga ibu rumah tangga yang pusing mengatur uang belanja harian akibat harga barang yang ikutan naik,” ujar salah satu peserta aksi Rika Iffati.
Bukannya memberikan stimulus, pemerintah justru menerbitkan PP Nomor 20 Tahun 2026 yang mempersempit kriteria penerima fasilitas tarif PPh Final 0,5 persen bagi UMKM. Sektor usaha kecil berbentuk CV, firma, hingga PT non-perorangan kini dipaksa beralih ke skema pajak umum yang lebih tinggi. Kebijakan ini dinilai netizen sebagai langkah blunder yang bakal memaksa pelaku usaha menaikkan harga jual ke konsumen demi bisa bertahan hidup.​

Proyek Ambisius Pemerintah yang Banyak Masalah​
Ironisnya, uang pajak tersebut justru dialokasikan untuk membiayai program unggulan pemerintah yang dinilai lemah perencanaan. Mulai dari kasus korupsi petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memakan korban jiwa. Lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) tanpa adanya akuntabilitas hukum yang jelas bagi keluarga korban.​

Listrik Padam Bikin Stok ASIP Rusak​
Kondisi ini diperparah oleh buruknya tata kelola fasilitas publik. Pemadaman listrik bergilir melanda sejumlah wilayah Jawa, termasuk Yogyakarta dan Jawa Tengah, sejak pertengahan Juni lalu. Ibu menyusui menjadi pihak yang paling dirugikan karena stok ASI Perah (ASIP) di dalam kulkas rusak total, ditambah kerugian sektor usaha mikro yang mesin produksinya berhenti beroperasi tanpa ada kompensasi memadai dari PLN.​

Kriminalisasi Aktivis Digital Makin Marak​
Di sisi hukum, gelombang protes juga menuntut pembebasan tahanan politik. Kasus tiga aktivis di Magelang—Enrille Championy, Muhammad Azhar, dan Purnomo Yogi—yang divonis 5 bulan penjara akibat demonstrasi Agustus 2025 menjadi sorotan tajam. Forum Cik Di Tiro menilai hal ini sebagai bentuk kriminalisasi nyata terhadap aktivitas politik digital dan pembungkaman suara kritis di Indonesia.