Tsunami Durian, Musang King Cuma 20 Ribuan

Durian
Pic by Istimewa

Celebrithink.com – Para pencinta raja buah alias durian lagi dibikin histeris berjamaah. Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh fenomena unik yang dijuluki “Tsunami Durian”. Sejak pertengahan Juni 2026, pasokan buah durian dari berbagai wilayah perkebunan di Malaysia mendadak tumpah ruah dan membanjiri pasar lokal hingga menyeberang ke negara tetangga, Singapura.

Imbas dari banjir pasokan ini bikin harganya langsung anjlok parah ke titik paling rendah sepanjang sejarah. Bayangkan saja, varietas durian Musang King yang biasanya masuk kategori sultan dan mahal, sekarang harganya cuma dibanderol sekitar Rp26.000 hingga Rp39.500 saja per kilogram. Lebih gila lagi, untuk jenis durian lokal biasa, kamu bisa memboyongnya pulang hanya dengan harga Rp2.000 per buah. Fix, ini sih definisi durian runtuh yang sesungguhnya buat kaum pemburu kuliner murah.

Buah Manis Investasi Petani Durian Sepuluh Tahun Lalu

Fenomena langka ini tentu tidak terjadi secara gaib atau kebetulan semata. Ada alasan logis dan ilmiah yang melatarbelakanginya. Faktor utama dari ledakan pasokan ini adalah buah manis dari hasil kerja keras para petani sekitar satu dekade (10 tahun) lalu.

Pada masa itu, ribuan bibit pohon ditanam secara massal di berbagai wilayah Malaysia sebagai bentuk investasi bisnis jangka panjang. Memasuki pertengahan tahun 2026 ini, ribuan pohon tersebut secara kompak telah mencapai usia produktif puncaknya. Alhasil, pohon-pohon ini mulai menghasilkan buah dalam jumlah masif dan matang secara bersamaan, menciptakan siklus panen raya terbesar yang pernah ada.

Faktor Cuaca Ekstrem yang Mendukung Panen Raya

Selain kesiapan usia pohon, alam tampaknya sedang sangat berpihak pada para pencinta durian tahun ini. Faktor cuaca mikro di wilayah perkebunan Malaysia dilaporkan sangat mendukung fase pertumbuhan vegetatif tanaman.

Kombinasi suhu udara yang ideal serta intensitas cahaya matahari yang pas berhasil mempercepat proses metabolisme pohon. Hal ini tidak hanya memicu pohon berbuah jauh lebih lebat dari musim-musim biasanya, tetapi juga mempercepat proses pematangan alami buah langsung di atas pohon.

Populer video

Berita lainnya