Pisang Itu Berry, Tapi Stroberi Bukan? Ini Faktanya

Pic by Istimewa

Celebrithink.com – Sebelum kamu protes, ini bukan hoaks, bukan clickbait, dan bukan konten asal viral. Ini sains murni yang sudah lama bikin para ahli botani senyum-senyum sendiri melihat kebingungan orang awam. Siap-siap duniamu sedikit terbalik.

Selama Ini Kita Salah Kaprah

Kata “berry” di benak kebanyakan orang langsung terbayang: buah kecil, manis, asam segar, penuh biji di permukaan. Stroberi, raspberry, blackberry itulah yang lazim disebut berry. Pisang? Ya buah biasa.

Tapi ternyata, strawberry, raspberry, dan blackberry justru bukan berry sejati menurut ilmu botani. Sebaliknya, pisang, anggur, tomat, bahkan terong, justru benar-benar termasuk berry.

Lebih mengejutkan lagi, jeruk juga masuk kategori berry, hanya dengan sebutan khusus hesperidium.

Berry Itu Soal Struktur, Bukan Penampilan

Lalu apa sebenarnya definisi berry yang benar? Menurut botani, berry adalah buah yang berkembang dari satu bunga dengan satu ovarium, memiliki daging buah yang lembut, dan mengandung biji di dalam dagingnya bukan di luarnya.

Secara botani, buah berry memiliki tiga lapisan berdaging yang berbeda: eksokarp (kulit luar), mesokarp (bagian tengah berdaging), dan endokarp (bagian terdalam yang menampung biji).

Pakai kriteria itu, pisang lolos sempurna. Pisang tumbuh dari satu bunga dengan satu ovarium dan memiliki biji di dalamnya, meski kecil. Spesies liar pisang bahkan memiliki biji besar di dalam dagingnya, versi yang kita makan sehari-hari adalah hasil seleksi dan pembiakan yang menjadikan bijinya kecil dan tak terasa.

Kenapa Stroberi Gagal Jadi Berry?

Bagian merah stroberi yang biasa kita makan itu sebenarnya bukan buahnya. Secara botani, bagian merahnya adalah receptacle, dasar bunga yang membengkak. Sementara bintik-bintik kecil di permukaannya yang sering dianggap biji sebenarnya adalah buah sejati kecil yang disebut achene.

Karena bunga stroberi memiliki lebih dari satu ovarium, stroberi termasuk golongan buah agregat — bukan berry sejati.

Kenapa Namanya Masih “Berry” Kalau Bukan Berry?

Pertanyaan yang wajar. Nama “berry” pada stroberi diberikan jauh sebelum kesepakatan ilmiah tentang klasifikasi buah itu dibuat. Setelah definisi botani ditetapkan, ternyata stroberi tidak memenuhi kriterianya tapi namanya sudah terlanjur melekat.

Judy Jernstedt, profesor ilmu tanaman di University of California Davis, menjelaskan bahwa istilah “berry” sudah dipakai ribuan tahun sebelum ada definisi ilmiah, biasanya merujuk pada buah kecil, lembut, dan gampang dipetik. Tapi secara ilmiah, aturannya jauh lebih rumit.

Jadi, Apa Kesimpulannya?

Semua berry memang buah, tapi tidak semua buah adalah berry dan nama sebuah buah sama sekali tidak menjamin statusnya secara ilmiah. Pisang yang terlihat “biasa” ternyata lebih berry dari stroberi yang sudah pakai nama itu sejak awal. Botani memang sering bikin logika sehari-hari kita keteteran. Dan itu justru yang membuatnya seru untuk diulik.

Populer video

Berita lainnya