Celebrithink.com – Siapa di sini yang masih setia pakai margarin tiap kali masak? Kalau kamu salah satunya, ada info penting yang perlu kamu tahu dulu sebelum lanjut ke dapur.
Kenapa Margarin Tidak Dianjurkan untuk Memasak?
Margarin memang mudah didapat, harganya terjangkau, dan aromanya bikin masakan wangi. Tapi di balik kepraktisannya, ada alasan kuat kenapa para ahli gizi tidak merekomendasikan margarin sebagai bahan memasak utama.
Margarin memiliki titik asap yang rendah sehingga mudah menghasilkan asap yang mengandung senyawa berbahaya. Selain itu, margarin mengandung kadar air yang cukup tinggi, yang bisa menyebabkan letupan saat digunakan dalam proses memasak, dan membuat makanan lebih cepat gosong karena kandungan lemaknya yang tidak terlalu tinggi.
Kalau sering dipakai untuk menumis atau menggoreng dengan api besar, justru malah berisiko. Saat minyak dipanaskan melewati titik asapnya, kandungannya mulai rusak, mengoksidasi, dan melepaskan radikal bebas yang berpotensi merusak sel tubuh hingga membantu berkembangnya penyakit. Minyak yang terlalu panas juga bisa melepaskan zat akrolein yang berbahaya bagi paru-paru.
Lalu, Pakai Apa Penggantinya?
Jangan panik dulu. Ada banyak pilihan yang lebih aman dan tetap bikin masakan lezat. Untuk menumis atau memasak dengan suhu tinggi, kamu bisa beralih ke minyak jagung, minyak kedelai, minyak canola, minyak kelapa, atau minyak kelapa sawit yang memiliki titik asap lebih tinggi.
Kalau masak untuk anak kecil, lebih baik pakai mentega (butter) karena tidak melalui proses hidrogenasi seperti margarin, sehingga tidak berubah menjadi lemak trans yang buruk untuk pertumbuhan.
Soal Minyak Wijen, Ini Trik yang Sering Salah Kaprah
Nah, buat kamu yang suka masak ala masakan Asia dan rajin pakai minyak wijen ada satu trik simpel yang sering diabaikan tapi pengaruhnya besar banget ke hasil masakan.
Banyak orang masih salah kaprah soal waktu terbaik menambahkan minyak wijen. Minyak wijen itu aromatik, bukan untuk menumis dari awal seperti minyak goreng biasa. Kalau ditambahkan dari awal, wanginya justru bisa hilang karena menguap saat dimasak terlalu lama.
Solusinya? Tambahkan minyak wijen di akhir proses memasak, setelah hidangan matang atau saat akan disajikan, agar aroma dan rasa kuatnya tidak menguap atau rusak akibat panas berlebih.
Cukup beberapa tetes saja sudah cukup untuk membuat masakan kamu naik level wanginya tetap nampol sampai ke meja makan!
Yuk, Mulai Memasak Lebih Cerdas
Memasak yang baik bukan cuma soal rasa, tapi juga soal memahami bahan yang kamu pakai. Pilih minyak yang tepat sesuai teknik memasak, dan terapkan trik kecil seperti menambahkan minyak wijen di akhir. Hal-hal sederhana ini yang justru bikin masakanmu beda dari yang lain.