Celebrithink.com – Acara seru QRISTORY kembali diadakan. Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Yogyakarta bersama Museum Benteng Vredeburg menghadirkan QRISTORY 2026 dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional.
Event ini mengusung konsep perpaduan sejarah, budaya, kuliner, dan teknologi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bank Indonesia mengenalkan kemudahan pembayaran digital, khususnya QRIS dan QRIS Tap, kepada generasi muda.
Setelah sukses digelar tahun lalu, QRISTORY 2026 hadir dengan konsep yang lebih beragam. Tahun ini, kegiatan tersebut menghadirkan tiga agenda utama, yakni Heritage Tour bersama Komunitas Malam Museum, Musikoloji QRISession, serta Pameran Mini bertajuk “Dari Barter ke QRIS”.
Heritage Tour dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Anak-anak muda diajak menyusuri warisan seni, budaya, sejarah, dan kuliner di Kota Yogyakarta menggunakan Trans Jogja. Ada tiga rute yang diikuti peserta, yaitu Museum Benteng Vredeburg–Roti Djoen Lama–Stasiun Tugu Yogyakarta, Museum Benteng Vredeburg–Puro Pakualaman–Jamu Ginggang, serta Museum Benteng Vredeburg–Museum Perjuangan Yogyakarta–Roti Djoen Muda.
Dalam tur ini, peserta diajak merasakan langsung kemudahan pembayaran menggunakan QRIS Tap untuk menggunakan layanan Trans Jogja. Sementara itu, QRIS digunakan untuk melakukan pembayaran saat menikmati jajanan legendaris yang menjadi bagian dari perjalanan.
Malam harinya, QRISTORY 2026 dilanjutkan dengan Musikoloji Spesial QRISession yang menghadirkan Selera Rakyat sebagai pengisi acara di halaman timur Museum Benteng Vredeburg. Kegiatan juga diramaikan dengan berbagai jajanan UMKM lokal di kawasan Malioboro, gim, serta sosialisasi QRIS dari Bank Indonesia KPW Yogyakarta.
BI KPW Yogyakarta memperluas edukasi pembayaran digital melalui Pameran Mini “Dari Barter ke QRIS” yang berlangsung di Teras Diorama 2 Museum Benteng Vredeburg pada 14 Agustus hingga 15 September 2026.
Materi pameran mengangkat perjalanan penggunaan rupiah dan perkembangan sistem pembayaran di Indonesia, hingga transformasi menuju sistem pembayaran digital saat ini. Pameran ini terbuka untuk umum dan dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung museum.
Penanggung jawab Museum Benteng Vredeburg, V. Agus Sulistya mengatakan penyelenggaraan QRISTORY selama dua tahun berturut-turut menjadi bukti bahwa kegiatan budaya dapat bersinergi dengan perkembangan teknologi. “QRISTORY menjadi bukti bahwa kegiatan budaya bisa bersinergi dengan perkembangan teknologi QRIS. Kami mengemasnya menjadi pengalaman yang menarik untuk anak muda, sekaligus menjadi kampanye agar semakin banyak masyarakat menggunakan QRIS dalam berbagai aktivitas sehari-hari,” ujar V. Agus Sulistya.
Sementara itu, Pratyaksa Candraditya, Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan SP-PUR BI KPW Yogyakarta, menyampaikan bahwa QRISTORY 2026 merupakan salah satu kegiatan atraktif untuk mengenalkan pembayaran digital kepada anak muda. “Melalui kegiatan ini Bank Indonesia ingin terus mengakselerasi pembayaran digital,” kata Pratyaksa. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman mengenai kemudahan transaksi digital di lingkungan keluarga. “Kepada anak-anak muda, mari kita terus memperkenalkan kemudahan transaksi dan pembayaran digital, seperti QRIS, kliring, atau BI-FAST kepada orang tua dan keluarga,” lanjut Pratyaksa.
Hingga 2026, QRIS sudah dapat digunakan di enam negara di Asia, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan. Secara bertahap, Bank Indonesia akan terus melakukan perluasan penggunaan QRIS di negara Asia lainnya dan Eropa. Melalui kerja sama dengan berbagai negara, QRIS diharapkan menjadi salah satu metode pembayaran yang semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.
Melalui QRISTORY 2026, Bank Indonesia KPW Yogyakarta bersama Museum Benteng Vredeburg mempertemukan edukasi pembayaran digital dengan kekayaan sejarah, budaya, dan kuliner Yogyakarta. Mulai dari jelajah heritage, menikmati kuliner, mencoba pembayaran non-tunai menggunakan QRIS dan QRIS Tap, hingga melihat perjalanan sistem pembayaran melalui pameran mini, rangkaian kegiatan ini menjadi cara Bank Indonesia mendekatkan edukasi pembayaran digital kepada generasi muda.