Tragedi Siswa SMP Tenggelam di Pantai, Keluarga Tolak Berdamai

Pict by Instagram

Siswa SMP Tenggelam di Pantai Drini

celebrithink.com – Malven Yusuf, seorang siswa SMP N 7 Kota Mojokerto, meninggal dunia akibat terseret ombak dan tenggelam di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta. Peristiwa ini terjadi saat kegiatan outing class yang diselenggarakan oleh sekolahnya.

Kejadian tragis ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban. Malven merupakan warga Lingkungan Balongrawe, Kelurahan Kedundung, Kota Mojokerto. Ia menjadi salah satu korban dalam insiden yang merenggut nyawa beberapa siswa lainnya.

Kekecewaan Keluarga Korban Siswa SMP yang Tenggelam

Ayah Malven, Yosef, menyatakan kekecewaannya terhadap pihak sekolah. Ia mengungkapkan bahwa sekolah tidak memberikan penjelasan yang jelas terkait kronologi kejadian.

Selain itu, Yosef menolak menandatangani surat perdamaian yang disodorkan oleh pihak sekolah dan komite. Surat tersebut berisi pernyataan bahwa keluarga harus menerima kejadian ini sebagai kecelakaan laut dan tidak menuntut secara hukum.

Respons Pihak Sekolah yang Mengecewakan

Yosef merasa surat tersebut diberikan terlalu cepat, hanya dua hari setelah tragedi terjadi. Ia juga menilai pihak sekolah kurang transparan dalam menjelaskan kejadian ini.

Ia bahkan menyebut bahwa salah satu guru yang ditanya mengenai kejadian ini memilih diam. Hal ini semakin membuat keluarga korban merasa tidak dihormati.

Penyesalan Sang Ibu

Istiqomah, ibu Malven, sebenarnya tidak mengizinkan anaknya mengikuti outing class tersebut. Namun, keputusan itu terlambat karena Malven sudah membayar biaya sebesar Rp 500 ribu.

Yang lebih disayangkan, pihak sekolah tidak memberikan surat izin atau kwitansi pembayaran kepada orang tua. Hal ini membuat keluarga merasa ada kelalaian dalam pengelolaan kegiatan tersebut.

Tragedi ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam mengadakan kegiatan di alam terbuka. Keamanan siswa harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Populer video

Berita lainnya