Untuk Ayah dan Bunda, Ini Tips Membimbing Anak Mandiri Mulai Dari Hal Kecil

ilustrasi by Pexels/parenting

Setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi mandiri. Namun, hal itu tak semudah yang dipikirkan, juga dijalani. Salah satu kendalanya bisa jadi insting kita sebagai orang tua ingin memberi kemudahan bagi mereka, menyelamatkan dari kesalahan, atau membatasi pengalaman dengan perjuangan atau kegagalan.

Dibutuhkan waktu dan upaya untuk membuat anak lebih mandiri, tapi feedbacknya sangat berharga. Nah berikut beberapa tips membimbing anak menjadi lebih mandiri menurut kak Seto Mulyadi (psikolog anak dan menjabat sebagai ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia), juga beberapa referensi terkait.

Membiarkan Anak Membuat Kesalahan

Membiarkan anak membuat kesalahan akan mensugesti mereka cara untuk berhasil dalam hidup. Saat mereka membuat kesalahan, biarkan saja. Beri tahu hal yang mereka lakukan itu adalah hal yang hebat, beri apresiasi.

Hal yang sudah anak lakukan tersebut tidak apa-apa, dan bantu mereka dengan brainstoarming bagaimana mereka melakukannya. Biarkan imajinasi dan nalar mereka berjalan mengiringi tindakannya.

Kemudian, jika hal yang mereka lakukan itu mempunyai dampak yang tidak baik, maka beri tahu mereka dengan brainstoarming mengapa hal itu tidak baik, dan bantu melakukan yang lebih baik untuk kemudian hari.

Menawarkan Pilihan dan Kebebasan


Menawarkan kebebasan dan membiarkan anak membuat pilihan adalah cara yang tepat untuk memberdayakan mereka, membangun kepercayaan diri mereka, membangun rasa tanggung jawab, dan membangun kepercayaan dalam keterampilan mengambil keputusan.

Hindari Mengoreksi Berlebihan


Jika kita meminta anak merapikan tempat tidurnya namun tidak sempurna, tahan keinginan iuntuk membantu memperbaikinya. Selalu berusaha untuk mengingatkan jika kesempurnaan bukanlah tujuan atau hasil mutlak.

Tujuannya adalah memungkinkan si anak melakukan tanggung jawab. Mereka tidak akan mau terus mencoba jika setiap kali kita mengoreksinya.

Beri Ruang


Anak membutuhkan ruang untuk belajar dan berkembang. Merkea tidak mungkin menjadi lebih mandiri saat tidak memliki kesempatan untuk benar-benar mandiri. Seperti kesempatan mengeksplorasi tanpa pelu diawasi.

Misalnya, saat bermain di ruangan rumah tetangga, biarkan mereka bebas tanpa terlalu mengeceknya, tapi tetap berhati-hati. Biarkan mereka jalan sedikit di depan kita. Beri kesempatan untuk memesan makanan sendiri dan membayar makanannya sambil tetap dipantau.

Melibatkan dalam Tugas Rumah Tangga


Cobalah untuk melibatkan anak dalam melakukan tugas-tugas kecil. Seperti membereskan mainan setelah bermain, merapikan kamar, atau menyiapkan makanan. Pastikan memberi tugas sesuai usianya.

Anak-anak jauh lebih bersedia membantu ketika merasa berkontribusi pada pekerjaan rumah. Misalnya, jika lantai kotor, tanyakan apa yang harus dilakukan? Dengan begitu mereka akan merasa diberdayakan dan akhirnya sampai pada titik membersihkannya.

Jangan lupa juga bahwa anak-anak adalah peniru yang handal. Imitasi mereka sangat responsif dengan apa yang masuk ke panca inderanya. Jadi, jangan biarkan si anak melihat perilaku yang tidak baik, apapun, karena akan terekam di otak mereka dan menempel di daya ingat mereka.

Kontekstual Learning


Biarkan anak melakukan apa yang dia mau dan bimbinglah, dengan begitu meta kognitif mereka akan tumbuh berkembang secara mandiri. Setelah usia anak bertambah dan mulai terbangun kognitifnya, metode kontekstual learning membuat mereka lebih terarah dalam pendidikan.

Konteks pembelajaran yang tepat akan membangun kemandirian dan kepercayaan si anak dalam perkembangannya. Edukasi dari orang tua sangatlah vital peranannya. Karena anak adalah karunia dan keberkahan.

Jadi demikian beberapa tips yang bisa dilakukan papah dan bunda untuk membuat anak mandiri mulai dari hal kecil. Jaga terus buah hati anda demi masa depan yang baik.

Populer video

Berita lainnya