Serangan Israel di Gaza, Sekolah Jadi Target

Pict by Instagram

Celebrithink.com – Serangan Israel di Gaza kembali memicu perhatian internasional. Kali ini, serangan udara menargetkan sebuah sekolah yang menjadi tempat penampungan warga sipil. Insiden ini menewaskan delapan orang, termasuk dua anak-anak. Berikut rincian peristiwa yang terjadi di kota Jabalia, Gaza utara.

Serangan Israel di Sekolah Halwa

Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan, delapan korban tewas dalam serangan udara di sekolah Halwa. Di antara korban, terdapat dua anak-anak dan dua wanita. Militer Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan militan Hamas yang disebut menggunakan sekolah itu untuk merencanakan serangan.

Juru bicara badan tersebut, Mahmud Bassal, mengonfirmasi peristiwa ini kepada media. “Korban terdiri dari warga sipil yang sedang berlindung di sekolah,” ujarnya.

Klaim Israel soal Target Serangan

Dalam pernyataannya, militer Israel mengatakan fasilitas itu telah diubah menjadi pusat komando Hamas. “Kami melakukan serangan presisi terhadap pusat komando dan kendali teroris di sekolah tersebut,” ujar pihak militer. Namun, klaim ini dibantah oleh kelompok Hamas, yang menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.

Serangkaian Serangan Israerl terhadap Sekolah

Serangan di sekolah Halwa adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan terhadap gedung-gedung pendidikan di Gaza. Sebelumnya, pada 11 September, sebuah serangan terhadap sekolah Al-Jawni yang dikelola PBB menewaskan 18 orang. Di antaranya, enam merupakan staf badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA.

Korban Perang yang Kian Bertambah

Sejak konflik dimulai lebih dari 14 bulan lalu, setidaknya 46.537 warga Palestina telah tewas, menurut data PBB. Sebagian besar korban adalah warga sipil. Serangan awal pada 7 Oktober 2023 juga mengakibatkan 1.208 kematian di pihak Israel, termasuk warga sipil dan sandera.

Kecaman Internasional

Serangan terhadap fasilitas pendidikan di Gaza menuai kritik luas. Banyak pihak mendesak penghentian serangan terhadap lokasi-lokasi yang menampung pengungsi, terutama anak-anak. Namun, situasi di Gaza tetap tegang, dengan perang yang terus berkecamuk tanpa akhir yang jelas.

Populer video

Berita lainnya