Jangan Sampai Niat Redakan Nyeri Malah Bikin Ginjal Kolaps

Tips Membeli Obat
Pic by Istimewa

Celebrithink.com – Pernah nggak sih, tiap kali pusing dikit atau pegel-pegel langsung gas minum obat pereda nyeri yang dibeli bebas di warung? Emang sih, efeknya bikin badan langsung enak secara instan. Tapi, kebiasaan “asal minum” painkiller tanpa pengawasan ini ternyata jadi ancaman serius buat kesehatan ginjal kamu dalam jangka panjang.

Kenali Musuh Tersembunyi Painkiller : Bahaya Grup NSAID

Mengutip laporan Hindustan Times, Dr. Manan Doshi, seorang ahli nefrologi, memperingatkan bahwa kelompok obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID) adalah pemicu utama kerusakan ginjal. Nama-nama seperti diclofenac, ibuprofen, dan naproxen mungkin sudah akrab di telinga kita. Masalahnya, penggunaan yang terlalu santai bikin kita lupa kalau obat ini bekerja dengan menghambat prostaglandin—zat kimia yang bertugas menjaga aliran darah ke ginjal tetap lancar. Kalau zat ini terus-terusan dihambat, ginjal bakal kekurangan “napas” dan fungsinya bisa menurun drastis.

Efek Domino dan Risiko ‘Triple Whammy’

Kelegaan jangka pendek yang kamu rasakan bisa dibayar mahal dengan Cedera Ginjal Akut. Risiko ini makin tinggi buat mereka yang secara genetik punya fungsi ginjal lemah. Dokter Manan juga menyebutkan istilah “triple whammy,” yaitu kondisi berbahaya saat seseorang mengonsumsi obat pereda nyeri bersamaan dengan obat diuretik dan obat tekanan darah (seperti telmisartan atau ramipril). Kombinasi ini ibarat serangan bertubi-tubi yang bikin ginjal bekerja ekstra keras sampai kelelahan.

Bijak Minum Obat Painkiller : Solusi Tanpa Risiko

Menjaga ginjal bukan berarti kamu harus tahan sakit mati-matian. Kuncinya adalah moderasi dan konsultasi. Jangan jadikan painkiller sebagai “permen” harian. Kalau nyeri nggak kunjung hilang, mending segera cek ke dokter daripada terus menambah dosis sendiri. Ingat, bestie, ginjal kita cuma dua dan nggak ada serepnya. Yuk, mulai lebih peduli sama organ vital sendiri dengan cara nggak asal telan obat sembarangan.

Populer video

Berita lainnya