Celebrithink.com – Setelah hampir sewindu menanti, sang maestro thriller Korea Selatan, Na Hong-jin, akhirnya turun gunung! Sutradara di balik kengerian The Wailing (2016) ini siap menggebrak panggung sinema dunia lewat proyek ambisius berjudul “Hope”. Tidak tanggung-tanggung, film ini menjadi salah satu penantang terkuat di Festival Film Cannes ke-79 tahun ini.
Film Hope bukan sekadar film kembalinya Na Hong-jin, melainkan sebuah proyek berskala internasional yang mempertemukan talenta terbaik Hollywood dan Korea.
1. Kolaborasi Aktor Kelas Dunia
Film ini menjadi sorotan karena memasangkan pasangan ikonik Hollywood, Michael Fassbender dan Alicia Vikander, yang berperan sebagai makhluk luar angkasa yang bersembunyi di kawasan sensitif Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea. Mereka akan beradu peran dengan jajaran aktor papan atas Korea:
- Hwang Jung-min (reuni setelah The Wailing)
- Zo In-sung
- Jung Ho-yeon (Squid Game)
2. Tantangan Teknis: Cahaya Alami & 120 FPS
Proses syuting di tengah hutan rimbun digambarkan sangat menantang. Sinematografer legendaris Alex Hong (sosok di balik visual memukau Parasite dan Burning) menggunakan teknik ekstrem:
- Menggunakan cahaya alami sepenuhnya.
- Kecepatan pengambilan gambar 120 bingkai per detik (FPS) untuk menangkap detail gerakan yang presisi.
- Sinkronisasi rumit antara aktor, kuda, dan peralatan rigging kamera.
3. Sinopsis: Misteri di Hope Harbor
Cerita berpusat pada sebuah desa terpencil bernama Hope Harbor. Kehidupan tenang penduduknya terusik oleh penampakan harimau misterius yang memicu serangkaian kejadian mengerikan, memaksa mereka menghadapi ancaman yang tak kasat mata dan belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.
4. Kepercayaan Tinggi dari Neon
Distributor independen Neon telah mengamankan hak distribusi global bahkan sebelum film ini tayang perdana. Mengingat rekam jejak Neon yang sukses membawa Parasite (2019) meraih Oscar, langkah ini menunjukkan kepercayaan besar bahwa Hope akan menjadi fenomena komersial sekaligus prestasi artistik di Cannes 2026.