Celebrithink.com – Kabar sejuk datang dari dunia konservasi Indonesia. Dua ekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Satriya Angkasa dan Srikandi Langit, resmi kembali ke rumah asalnya. Keduanya baru saja dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) untuk memulai hidup baru di alam bebas.
Pelepasan ini bukan sekadar seremoni biasa, tapi sebuah langkah besar untuk menjaga populasi predator puncak yang kini statusnya kian kritis.
Proses “Healing” di Pusat Suaka
Sebelum akhirnya bisa mengepakkan sayap di langit Halimun Salak, Satriya (jantan, 2 tahun) dan Srikandi (betina, 3 tahun) harus melewati masa “sekolah” yang cukup panjang. Keduanya menjalani proses rehabilitasi selama tujuh bulan di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ), Bogor.
Di sana, insting berburu dan sifat liar mereka diasah kembali agar tidak bergantung pada pemberian manusia. Goals-nya jelas: supaya mereka bisa survive dan nggak jadi sasaran empuk predator lain atau pemburu nakal.
Mengapa Elang Jawa Sangat Spesial?
Buat kamu yang belum tahu, Elang Jawa adalah inspirasi dari lambang negara kita, Garuda. Sayangnya, status mereka saat ini sudah masuk kategori terancam punah. Populasinya yang makin menipis di hutan-hutan Jawa bikin keberadaan Satriya dan Srikandi di alam liar jadi sangat krusial untuk keberlanjutan ekosistem.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Melepaskan mereka adalah satu hal, tapi menjaga habitat mereka adalah tanggung jawab bersama. Kita bisa berkontribusi dengan cara:
Stop Perburuan Liar: Jangan pernah membeli atau memelihara satwa dilindungi.
Jaga Hutan: Mendukung gerakan penghijauan di area pegunungan Jawa.
Edukasi Sekitar: Kasih tahu teman-temanmu betapa pentingnya menjaga keseimbangan alam lewat media sosial.
Selamat terbang tinggi, Satriya dan Srikandi! Semoga segera bertemu kawan baru dan membantu menambah populasi Elang Jawa di sana.