Lagu Dicuri AI, SZA Lontarkan Kritik Keras Soal Hak Cipta Musik

Pic by Instagram SZA

Celebrithink.com – Penyanyi papan atas peraih Grammy, SZA, kembali menyuarakan kritik kerasnya terhadap masifnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) di industri musik. Pelantun hit “Kill Bill” tersebut mengaku sangat terkejut sekaligus geram setelah menemukan fakta bahwa ratusan karyanya diduga kuat telah dicuri dan digunakan secara ilegal sebagai data pelatihan (training data) teknologi AI.

Melalui unggahan di Instagram Story pribadinya, SZA membagikan keresahannya setelah mengetahui ada sekitar 238 lagunya yang dimasukkan ke dalam sistem kecerdasan buatan tanpa izin. Yang membuat sang penyanyi semakin meradang adalah fakta bahwa beberapa di antara ratusan lagu tersebut merupakan materi demo yang belum pernah dirilis ke publik sama sekali.

SZA: Ini Bukan Sesuatu yang Bisa Dibenarkan

Dengan tegas, penyanyi bernama asli Solána Imani Rowe ini menyatakan bahwa memanfaatkan karya cipta para musisi demi melatih teknologi AI tanpa adanya izin, royalti, ataupun kompensasi adalah tindakan yang sangat tidak etis dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.

Langkah AI yang mampu mereplikasi warna suara, gaya bernyanyi, hingga struktur lagu seorang musisi dinilai telah melanggar batas kemanusiaan dan hak kepemilikan intelektual para pekerja seni.

Debat Regulasi AI di Industri Kreatif Makin Panas

Kasus yang menimpa SZA ini langsung memicu gelombang solidaritas dari sesama musisi dan penikmat musik global. Insiden ini pun semakin memanaskan perdebatan yang sedang terjadi di seluruh dunia mengenai perlunya regulasi dan undang-undang perlindungan hak cipta yang lebih ketat terkait penggunaan konten kreatif oleh perusahaan teknologi berbasis AI.

Di satu sisi, teknologi musik berbasis AI berkembang dengan sangat pesat dan menawarkan efisiensi baru. Namun di sisi lain, jika tidak ada batasan hukum yang jelas, masa depan para pencipta lagu dan penyanyi asli di industri musik global akan sangat terancam oleh kehadiran versi digital diri mereka sendiri yang dibuat tanpa izin.

Populer video

Berita lainnya