Celebrithink.com – Semangat lintas generasi tercermin dalam Jatinangor Music Fest, yang menjadi
puncak Homecoming Festival IKA Unpad 2026. Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya membawa warna musik dan basis pendengar dari periode yang berbeda, sekaligus merepresentasikan tiga generasi besar yang akan bertemu di Jatinangor.
Ada lagu yang membawa seseorang kembali ke masa kuliah puluhan tahun lalu, dan ada pula musik yang mewakili keseharian mahasiswa serta alumni muda hari ini. Menariknya, tidak ada musisi alumni Unpad yang secara khusus ditempatkan sebagai penampil utama. Jatinangor Music Fest dan berbagai
bagian Homecoming Festival terbuka bagi masyarakat, sejalan dengan semangat “Pengabdian
untuk Semua.
Bagi Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad), pulang tidak hanya berarti kembali ke
tempat seseorang pernah belajar, bertemu teman lama, atau mengenang masa muda. Kepulangan juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali apa yang telah diberikan kampus kepada para alumninya—dan apa yang kini dapat dikembalikan alumni kepada kampus, masyarakat, dan bangsa. Semangat inilah yang menjadi dasar penyelenggaraan Homecoming Festival IKA Unpad 2026 pada 19 September 2026 yang akan datang di Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, dalam rangkaian Dies Natalis ke-69 Universitas Padjadjaran.
Mengusung semangat “Kembali ke Jatinangor, Kembali ke Jati Diri,” Homecoming Festival dirancang sebagai ruang perjumpaan lintas generasi sekaligus momentum memperkuat sinergi antara universitas dan alumninya. Kampus terus melahirkan pengetahuan, gagasan, dan generasi baru. Di sisi lain, alumni membawa pengalaman, jejaring, sumber daya, serta perspektif dari berbagai bidang kehidupan. Ketika keduanya bertemu dan bekerja bersama, manfaatnya akan dapat menjangkau jauh melampaui batas kampus.
Hal ini diutarakan Yhodhisman Soratha, S.IP., M.H., Sekretaris Jenderal IKA Unpad . “Alumni dan kampus sesungguhnya tidak pernah benar-benar terpisah. Alumni adalah bagian dari perjalanan panjang sebuah universitas, sementara kampus adalah tempat di mana banyak perjalanan hidup alumni bermula. Melalui Homecoming Festival, kami ingin hubungan ini terus hidup dan produktif: kampus dan alumni tumbuh bersama, lalu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat dan Indonesia,” papar Yhodhisman Soratha, S.IP., M.H., yang juga anggota Majelis Wali Amanat Unpad.
Semangat tersebut sejalan dengan motto IKA Unpad, “Pengabdian untuk Semua.” Karena itu, Homecoming Festival tidak dirancang sebagai ruang eksklusif alumni. Mahasiswa, keluarga, komunitas, hingga masyarakat umum juga dapat menjadi bagian dari festival ini.
Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, S.Si., Apt., Ph.D. menyatakan bagi Universitas Padjadjaran, menjalin kemitraan dengan alumni merupakan bagian dari ekosistem kampus yang terbuka, inklusif, dan terus berkembang bersama masyarakat.
“Relasi antara Unpad dan alumninya tidak berhenti setelah kelulusan. Justru dari sanalah hubungan itu dapat berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan, saling menguatkan, dan memberi dampak nyata. Melalui kemitraan yang terus dibangun, alumni dapat menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring, membuka peluang kolaborasi, serta memperkuat reputasi dan daya saing Universitas Padjadjaran di tingkat nasional maupun global. Dalam konteks ini, alumni bukan hanya bagian dari sejarah Unpad, tetapi juga mitra yang ikut menentukan langkah universitas ke depan,” ujar Prof. Rizky Abdulah, S.Si., Apt., Ph.D.
Keluarga besar alumni Unpad membentang dari baby boomers, Generasi X, milenial, hingga Generasi Z. Mereka memasuki kampus pada zaman yang berbeda, menghadapi tantangan yang berbeda, dan memiliki cara berbeda dalam memandang pekerjaan, kepemimpinan, teknologi, serta masa depan.