Celebrithink.com – Pernah nggak merasa sangat sibuk, tak ada waktu, dan ujung-ujungnya overthinking? Mulai dari pekerjaan, tugas, hingga kekhawatiran tentang masa depan. Akibatnya, sulit berkonsentrasi, mudah stres, bahkan kualitas tidur pun bisa terganggu. Salah satu cara yang dapat membantu mengatasi kondisi tersebut adalah dengan melatih mindfulness.
Istilah ini makin populer dalam beberapa tahun terakhir karena dinilai mampu membantu seseorang lebih tenang, fokus, dan sadar terhadap apa yang sedang dialami pada saat ini. Secara sederhana, mindfulness adalah kemampuan untuk memberikan perhatian penuh pada momen yang sedang berlangsung tanpa menghakimi. Artinya, seseorang belajar menyadari pikiran, emosi, sensasi tubuh, maupun lingkungan sekitar apa adanya, tanpa terburu-buru bereaksi.
Kabar baiknya, mindfulness bukan kemampuan bawaan yang hanya dimiliki orang tertentu. Keterampilan ini dapat dipelajari dan dilatih secara bertahap oleh siapa saja, termasuk pemula.
Ini cara sederhana untuk mulai melatih mindfulness. Cara paling mudah melatih mindfulness adalah memperhatikan napas. Carilah tempat yang tenang, lalu duduk dengan nyaman. Tarik napas secara perlahan melalui hidung, kemudian hembuskan melalui mulut. Fokuskan perhatian pada sensasi udara yang masuk dan keluar dari tubuh.
Jika pikiran mulai melayang, tidak perlu memaksakan diri untuk menghentikannya. Cukup sadari bahwa pikiran sedang mengembara, lalu arahkan kembali perhatian pada napas. Latihan ini dapat dilakukan selama lima hingga sepuluh menit setiap hari.
Fokus pada satu aktivitas. Banyak orang terbiasa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus atau multitasking. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat membuat pikiran lebih mudah lelah. Sebagai latihan mindfulness, cobalah mengerjakan satu aktivitas dalam satu waktu. Misalnya, ketika makan, fokuslah pada rasa makanan, aroma, tekstur, dan proses mengunyah tanpa sambil bermain ponsel atau menonton televisi. Dengan cara ini, bisa belajar hadir sepenuhnya pada aktivitas yang sedang dilakukan.
Latihan mindfulness juga dapat dilakukan saat berjalan kaki. Perhatikan langkah kaki, hembusan angin, suara burung, warna pepohonan, atau aroma udara di sekitar. Hindari terlalu larut memikirkan pekerjaan atau masalah yang belum selesai. Melatih perhatian terhadap lingkungan dapat membantu pikiran kembali ke momen saat ini.
Sadari emosi tanpa menghakimi. Setiap orang pasti pernah merasakan marah, sedih, kecewa, maupun cemas. Alih-alih langsung menolak atau melawan emosi tersebut, cobalah mengakuinya terlebih dahulu. Misalnya dengan mengatakan dalam hati, “Saat ini saya sedang merasa cemas.” Dengan mengenali emosi tanpa memberi label baik atau buruk, seseorang dapat lebih mudah mengelola perasaannya.