Ketika Publik Mulai Lelah Bicara, Ada Ancaman Democratic Fatigue

Pic by Istockphoto

Celebrithink.com – Demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada jaminan kebebasan berbicara bagi setiap warga negaranya. Lebih dari itu, sistem ini membutuhkan sebuah keyakinan fundamental: bahwa suara yang dilemparkan oleh warga benar-benar didengar dan mampu membawa perubahan nyata bagi kebijakan publik.

Namun, masalah besar mulai muncul ketika kritik yang dilayangkan publik semakin sering dianggap sebagai gangguan oleh pemegang otoritas. Dalam situasi seperti ini, fenomena unik terjadi, sebagian orang tidak berhenti berbicara karena mereka dilarang atau diancam. Mereka memilih bungkam semata-mata karena merasa suara mereka tidak ada gunanya lagi.

Wendy Brown, tokoh intelektual yang secara kritis menganalisis kelelahan dan krisis demokrasi liberal, menyoroti bagaimana demokrasi sering kali tergerus oleh kekuatan kapitalisme global.

Mengenal Democratic Fatigue (Kelelahan Demokrasi)

Kondisi psikologis dan sosial ini dikenal dalam ilmu politik sebagai democratic fatigue atau kelelahan demokrasi. Ini adalah sebuah fase di mana rasa lelah, kecewa, dan ketidakberdayaan yang menumpuk membuat tingkat partisipasi publik merosot tajam.

Masyarakat mengalami apatisme karena merasa proses penyampaian pendapat hanyalah sebuah formalitas tanpa dampak. Dampak dari democratic fatigue ini memang tidak selalu terlihat instan atau meledak-ledak di permukaan. Namun, secara perlahan tapi pasti, fenomena ini dapat melemahkan fungsi akuntabilitas dan mengikis pengawasan publik terhadap jalannya kekuasaan.

Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Obat

Bagaimanapun kondisinya, demokrasi akan selalu membutuhkan kritik. Kritik tidak boleh dipandang sebagai bentuk ancaman terhadap stabilitas, melainkan harus diposisikan sebagai mekanisme kontrol untuk memastikan masalah-masalah di ruang publik tetap terlihat dan dapat diperbaiki. Ketika kritik diabaikan hingga warga memilih diam, di situlah esensi demokrasi itu sendiri mulai rapuh.

Populer video

Berita lainnya