Ancaman Bom Hoax Warnai Pilpres AS 2024

Pict by Instagram

Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 5 November 2024 diwarnai dengan ancaman bom palsu yang mengganggu beberapa tempat pemungutan suara. Ancaman tersebut diketahui berasal dari domain email Rusia, meski belum ada bukti fisik yang ditemukan. FBI mengungkapkan bahwa ancaman ini menyebabkan evakuasi dan penundaan di sejumlah TPS di lima negara bagian penting: Georgia, Michigan, Arizona, Wisconsin, dan Pennsylvania.

Di Georgia, lebih dari dua lusin TPS di wilayah Atlanta, terutama di Fulton County, menerima ancaman bom. Dari 177 TPS di daerah tersebut, 32 di antaranya dilaporkan terancam. Lima TPS di Fulton harus dievakuasi, dan waktu pemungutan suara diperpanjang agar pemilih dapat menyalurkan hak suara mereka. Ancaman ini terjadi di wilayah yang dikenal dengan basis pemilih Demokrat yang kuat, seperti Fulton, DeKalb, dan Gwinnett.

Meski ancaman bom palsu ini tidak terbukti, situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan warga yang akan memilih. Petugas melakukan pemeriksaan intensif di fasilitas publik yang digunakan sebagai TPS, seperti gereja, pusat komunitas, dan perpustakaan. Setelah dilakukan penyisiran, TPS tersebut dibuka kembali. Namun, ancaman ini tetap menciptakan ketegangan, terutama di kalangan pemilih.

FBI mencatat bahwa ancaman ini kemungkinan besar berasal dari pihak luar, khususnya Rusia. Kedutaan Rusia di Washington menanggapi dugaan keterlibatan negaranya dengan menyebutnya sebagai “fitnah jahat.” Mereka menegaskan bahwa Rusia tidak terlibat dalam urusan dalam negeri negara lain, termasuk AS. Meskipun demikian, pejabat AS tetap curiga adanya campur tangan pihak luar dalam upaya mengganggu jalannya pemilu.

Sekretaris Negara Bagian Georgia, Brad Raffensperger, menganggap ancaman ini sebagai upaya dari pihak luar untuk menciptakan ketidakpercayaan di kalangan pemilih dan mengganggu kelancaran pemilihan. Menurut Raffensperger, insiden ini menunjukkan ketangguhan masyarakat dan kesiapan pemerintah Amerika dalam menghadapi ancaman yang dapat merusak demokrasi. Ia juga menekankan bahwa penyelenggara pemilu telah menunjukkan “kesiapan yang teruji” untuk memastikan pemilih dapat memberikan suara mereka dengan aman.

Meskipun tidak ada ancaman yang terbukti nyata, kejadian ini menggambarkan betapa pentingnya kesiapan dan respons cepat dalam menjaga integritas pemilu di Amerika Serikat.

Populer video

Berita lainnya

Peluang Indonesia Pupus di Olimpiade Paris 2024, Hanya Veddriq yang Lolos ke Perempat Final

Peluang Indonesia Pupus di Olimpiade Paris 2024, Hanya Veddriq yang

5 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Menginap di Hotel

5 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Menginap di Hotel

Jalen Green dan Sengun Bawa Rockets Kalahkan Mavericks 108-102

Jalen Green dan Sengun Bawa Rockets Kalahkan Mavericks 108-102

Disebut Mirip Adjie Massaid, Almarhum Ayah Aaliyah, Thariq Halilintar Bilang Begini

Disebut Mirip Adjie Massaid, Almarhum Ayah Aaliyah, Thariq Halilintar Bilang

7 Kepercayaan Penduduk Asli Amerika tentang Mimpi yang Membuka Portal ke Dunia Lain

7 Kepercayaan Penduduk Asli Amerika tentang Mimpi yang Membuka Portal

Hewan Primata Paling Cerdas, Siapa yang Paling Jago di Kelasnya?

Hewan Primata Paling Cerdas, Siapa yang Paling Jago di Kelasnya?

Merayakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Merayakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Kabar terbaru Apple Martin, Putri Gwyneth Paltrow-Chris Martin

Kabar terbaru Apple Martin, Putri Gwyneth Paltrow-Chris Martin

Ini Alasan Mengapa Menjadi Morning Person Dapat Meningkatkan Produktivitas dan Kesehatan

Ini Alasan Mengapa Menjadi Morning Person Dapat Meningkatkan Produktivitas dan

Hindari 5 Hal Ini Jika Kamu Sedang Jatuh Cinta, Takut Kebablasan

Hindari 5 Hal Ini Jika Kamu Sedang Jatuh Cinta, Takut