OPM Terpecah, Egianus Kogoya Dituduh Terima Uang Tebusan

Pict by Instagram

Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali jadi sorotan setelah pembebasan pilot Susi Air, Philip Mehrtens. Egianus Kogoya, pemimpin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dituduh menerima uang dari pemerintah terkait pembebasan tersebut.

Sebby Sambom, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), mengungkapkan bahwa kelompok Egianus diduga menerima uang dan senjata. Ia menyebut, ada perjanjian yang melibatkan Edison Gwijangge, utusan dari TNI-Polri, untuk memfasilitasi pembebasan. Namun, menurut laporan Egianus, pada tahun 2023, tawaran Rp25 miliar ditolak oleh kelompoknya.

Egianus Kogoya membantah tuduhan tersebut. Dalam wawancaranya dengan media, ia menegaskan bahwa pembebasan Philip dilakukan atas dasar kemanusiaan. Egianus menyatakan, ia tidak pernah meminta uang atau syarat lain untuk pembebasan sang pilot. Meski ada perbedaan pandangan antara Egianus dan TPNPB, aksi-aksi kelompok Egianus dikenal kejam. Mereka sering terlibat dalam tindakan brutal, baik terhadap warga sipil maupun aparat keamanan.

Pada November 2020, kelompok Egianus membantai delapan warga sipil di Nduga. Korban adalah pekerja PT Istaka Karya yang dibunuh dengan brutal menggunakan senjata api dan parang. Aksi ini mengejutkan publik dan dianggap sebagai pelanggaran HAM serius di Papua.

Tidak berhenti di situ, pada Mei 2021, kelompok ini menembak dan membakar pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) jenis Cessna 208 di Nduga. Akibat insiden ini, pilot dan seorang penumpang tewas.

Kemudian, pada Agustus 2021, mereka menyerang Pos Satgas Nemangkawi di Yahukimo, Papua, menewaskan empat anggota TNI dan melukai beberapa lainnya. Serangan ini menegaskan bahwa kelompok Egianus masih menjadi ancaman serius bagi keamanan di Papua.

Meskipun ada kabar perpecahan di internal OPM, terutama setelah pembebasan Philip, kelompok Egianus tetap dikenal sebagai salah satu kelompok yang paling berbahaya dan tidak kompromi dalam memperjuangkan tujuan mereka. Aksi-aksi kejam mereka terus menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat Papua serta aparat keamanan.

Kelompok ini diyakini tidak segan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan, baik terhadap warga sipil maupun pihak yang dianggap sebagai musuh. Dengan demikian, meski ada perpecahan, kelompok Egianus masih perlu diwaspadai karena tetap berpotensi melakukan tindakan berbahaya di masa depan.

Populer video

Berita lainnya