4 Alasan Seseorang Bisa Menangis Tanpa Sebab

Menangis tanpa sebab
Foto: Istimewa

Celebrithink.com – Menangis adalah respons emosional yang alami seseorang terhadap perasaan tertentu, baik karena kesedihan dan sakit hati, terharu dan munculnya perasaan bahagia. Namun, beberapa orang mungkin meneteskan air mata tanpa penyebab yang jelas. Mengapa demikian?

Perlu diketahui bahwa ada tiga jenis air mata. Pertama, air mata yang keluar dari kelenjar lakrimal (kelenjar air mata) yang berfungsi untuk melembapkan dan melindungi mata. Kedua, air mata bisa keluar karena adanya refleks mata terhadap zat asing. Kemudian, air mata bisa keluar karena dipicu oleh faktor emosional.

Biasanya, air mata yang keluar karena faktor emosional akan mengalir hingga ke pipi. Air mata tersebut memicu pelepasan endorfin sehingga orang yang menangis akan merasa lebih baik. Nah, Melansir laman hellosehat, ada beberapa kondisi yang bisa membuat Anda meneteskan air mata tanpa sebab.

Gangguan kecemasan dan stres

Kondisi ini menyebabkan pasiennya merasa panik berlebihan, diikuti dengan jantung berdegup kencang, bahkan sulit bernapas. Kondisi ini bisa menjadi alasan kenapa Anda bisa menangis tanpa sebab. Orang yang mengalami stres biasanya akan mudah mengeluarkan air mata. Ini adalah cara tubuh untuk mengurangi hormon stres dan cara untuk orang tersebut memperoleh bantuan atau dukungan dari orang lain.

Mengalami premenstrual dysphoric disorder

PMDD atau premenstrual dysphoric disorder adalah kondisi yang mirip PMS tapi dengan gejala lebih parah. Seseorang dengan PMDD akan mengalami gejala PMS yang lebih parah diikuti dengan depresi, tegang, dan lebih cepat marah.

Biasanya kondisi ini menyerang wanita yang memiliki depresi atau ganggguan kecemasan. Penyebab pastinya belum diketahui, tapi ahli percaya bahwa kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormon sepanjang siklus menstruasi, salah satunya serotonin.

Depresi

Kondisi ini membuat pengidapnya terus-menerus merasa sedih, sehingga sangat mungkin untuk menangis. Depresi adalah gangguan suasana hati yang bisa menyebabkan perasaan sedih terus-menerus dan hilang minat pada berbagai hal yang disukainya.

Orang yang mengalami tanda-tanda depresi perlu menjalani pengobatan segera. Perawatannya bisa berupa psikoterapi, seperti terapi kognitif perilaku dan minum obat antidepresan.

Pseudobulbar affect (PBA)

Menangis, tertawa, dan marah yang tidak terkendali dan tanpa sebab bisa menjadi gejala dari kondisi pseudobulbar affect (PBA). Ini adalah keadaan cedera saraf otak sehingga kemampuan untuk mengendalikan emosi terganggu. Penyakit ini disebut juga dengan inkontinensia emosional.

Orang yang memiliki riwayat penyakit stroke, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, atau multiple sclerosis rentan mengalami penyakit ini.

Populer video

Berita lainnya