Celebrithink.com – Dunia kesehatan kembali dibuat siaga. Kali ini bukan soal virus lama yang comeback, tapi ada dugaan baru yang cukup serius dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dr. Maria Van Kerkhove, Direktur Kesiapan Epidemi WHO, baru saja memberikan pernyataan mengejutkan pada Selasa (5/5/2026) bahwa infeksi hantavirus yang tadinya dianggap zoonosis murni, kini diduga kuat bisa menular antarmanusia.
Dugaan ini muncul setelah adanya laporan ledakan kasus di kapal pesiar mewah MV Hondius. Kejadiannya nggak main-main. Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami gangguan pernapasan akut. Dari total populasi di kapal tersebut, tujuh kasus sudah teridentifikasi; dua terkonfirmasi positif hantavirus, sementara lima lainnya masih dalam status terduga atau suspek.
Tragedi di MV Hondius dan Pola Penularan Baru
Korban meninggal diidentifikasi sebagai pasangan suami-istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. Kasusnya cukup tragis karena sang suami meninggal di atas kapal, sementara istri dan rekan lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di Afrika Barat.
WHO melihat adanya pola kontak yang sangat dekat di antara para pasien ini. “Penularan dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan, jadi sebagai tindakan pencegahan, inilah yang kami asumsikan sekarang,” tegas Dr. Maria. Jika asumsi ini benar, maka protokol penanganan hantavirus di seluruh dunia harus segera di-upgrade total karena tingkat risikonya yang meningkat drastis dari sebelumnya.
Apa Itu Hantavirus dan Bagaimana Aslinya?
Bagi yang masih awam, hantavirus sebenarnya adalah patogen zoonosis. Secara alami, virus ini “numpang hidup” di tubuh hewan pengerat seperti tikus dan mencit sebagai inang utamanya. Selama puluhan tahun, penelitian menunjukkan kalau manusia biasanya tertular lewat kontak langsung dengan kotoran, urine, atau air liur tikus yang sudah terkontaminasi.
Gejala awalnya mirip flu berat, tapi bisa berkembang sangat cepat menjadi gangguan pernapasan yang mematikan. Dengan adanya kasus di MV Hondius ini, kita diingatkan untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan dan tetap waspada, terutama saat sedang bepergian jauh. Jangan panik, tapi tetap up-to-date sama informasi kesehatan resmi ya.