Manusmara Rilis “Manusia / Bidadari”, Lagu tentang Berdamai dengan Kehilangan

Manusmara Rilis Single "Manusia/Bidadari"
Manusmara Rilis Single "Manusia/Bidadari"

celebrithink.com Duo Grub Manusmara kembali merilis karya terbaru mereka berjudul “Manusia / Bidadari”. Lagu ini menjadi single ketiga menuju album kedua mereka, “Perjalanan Asing Sepasang Terikat”.

Berbeda dari dua single sebelumnya yang berbicara tentang bertahan dan memulihkan diri, Manusmara Manusia Bidadari membawa pendengar ke ruang yang lebih sunyi dan reflektif tentang tempat di mana seseorang mulai berdamai dengan kehilangan yang tidak pernah benar-benar hilang.

Manusia Bidadari lahir dari pertanyaan yang sering dipendam yaitu bagaimana cara melepaskan seseorang yang sudah tidak ada, tapi jejaknya masih membentuk siapa diri kita hari ini.

Lagu ini menggambarkan seseorang yang hidup berdampingan dengan bayangan masa lalu, sosok yang pernah memberi kehangatan, yang kini hanya bisa ditemui lewat kenangan atau mimpi.

Lewat baris “aku ini manusia, dan kau bidadari di atas sana”, Manusmara membangun jarak yang terasa sangat manusiawi antara yang masih hidup dan yang telah pergi.

Alih-alih menjadi lagu yang penuh kesedihan, Manusia Bidadari justru hadir sebagai bentuk penerimaan yang datang perlahan.

Artwork Single Baru Manusmara “Manusia/Bidadari”

Lirik seperti “cerita itu menjagaku dari perih yang mengalun” menjadi inti dari lagu ini bahwa kenangan tidak selalu menjadi beban, tetapi juga bisa menjadi pelindung batin. Pendekatan ini membuat lagu Manusia Bidadari terasa jujur dan dekat, tanpa perlu berlebihan dalam menyampaikan emosi.

Secara musik, Lagu Manusia Bidadari dibalut dalam nuansa alternative rock yang lebih tenang dan kontemplatif. Dinamikanya dibangun perlahan, memberi ruang bagi emosi untuk tumbuh secara alami.

Lagu ini terasa seperti “titik napas” di tengah perjalanan album yang lebih emosional dan tidak terburu-buru, tapi justru mengajak pendengar untuk benar-benar merasakan setiap lapisan perasaan yang ada.

Melalui lagu ini, Manusmara tidak mencoba memberikan jawaban atas kehilangan. Sebaliknya, mereka membuka ruang bagi pendengar untuk merasakannya secara utuh. Karena bagi sebagian orang, kehilangan tidak harus diselesaikan, cukup dirawat, dan dibiarkan tetap hidup dalam bentuk yang berbeda.

Tentang Manusmara

Manusmara merupakan kolaborasi antara Surya Noviand dan Gangga Yudhistira. Keduanya dikenal memiliki latar belakang musikal yang berbeda, yang kemudian dipertemukan dalam satu ruang kreatif.

Karakter introspektif dari Surya berpadu dengan pendekatan eksploratif Gangga, menghasilkan karya yang reflektif sekaligus personal.

Populer video

Berita lainnya