Celebrithink.com – Belanda telah memberikan contoh radikal namun efektif bagi dunia pendidikan global. Sejak diterapkan dua tahun lalu yakni pada 2024, kebijakan “bebas perangkat digital” di sekolah-sekolah Belanda kini mulai menuai hasil yang cukup menjanjikan.
Dua tahun sudah berlalu sejak Belanda mengambil langkah berani: melarang total penggunaan ponsel pintar, jam tangan pintar (smartwatch), dan tablet di lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas, koridor, hingga kantin.
Mengapa Langkah Ini Diambil?
Tujuan utamanya sangat jelas mengembalikan fokus. Di era overstimulation, ponsel dianggap sebagai “pencuri” atensi nomor satu. Dengan menghilangkan distraksi tersebut, pihak sekolah berharap siswa dapat meningkatkan konsentrasi dan, pada akhirnya, meraih prestasi akademis yang lebih baik.
Sisi “Menyebalkan” vs Sisi “Positif”
Dinamika di lapangan cukup menarik. Reaksi siswa sangat beragam:
- “Menyebalkan, tapi…”: Sebagian besar siswa awalnya merasa aturan ini membatasi kebebasan mereka. Namun, mereka jujur mengakui bahwa kehadiran guru kini lebih “terlihat” dan “terdengar” karena mereka tidak lagi terdistraksi oleh notifikasi di bawah meja.
- Adaptasi Tanpa Beban: Menariknya, banyak siswa yang mengaku bahwa hidup tanpa ponsel di sekolah tidaklah seburuk yang dibayangkan. Sisi negatif yang ditakutkan—seperti rasa cemas berlebih atau merasa terisolasi—ternyata tidak terjadi secara signifikan.
Hasil Awal, Data Bicara Positif
Tidak hanya sekadar perasaan, data awal dari 317 sekolah menunjukkan tren yang positif. Fokus siswa di kelas meningkat, dan interaksi sosial secara tatap muka (yang sempat tergerus oleh era layar) mulai kembali hidup di koridor dan kantin sekolah.
Kebijakan Belanda ini membuktikan satu hal penting yakni lingkungan sekolah yang minim teknologi distraksi justru menciptakan ruang bagi anak untuk lebih “hadir” secara penuh.
Apakah kebijakan ini mungkin diterapkan di Indonesia? Tantangannya tentu besar, namun keberhasilan Belanda memberikan gambaran bahwa anak-anak sebenarnya mampu (dan mungkin butuh) untuk beristirahat sejenak dari dunia digital.