Umat Islam Dianjurkan Berkurban Setiap Tahun Bagi yang Mampu

Pic by Istimewa

Celebrithink.com – Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Budi Jaya Putra, menegaskan bahwa ibadah kurban bukanlah amalan yang cukup dilakukan sekali seumur hidup bagi umat Islam.

Dilansir dari laman Muhammadiyah.or.id, ia menyebut kurban sebagai ibadah tahunan yang seyogianya terus dihidupkan setiap Iduladha sepanjang hayat bagi umat Islam yang mampu. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memahami bahwa kurban cukup dilakukan sekali lalu digilir kepada anggota keluarga lain pada tahun berikutnya. Pemahaman seperti itu, kata dia, menyebabkan di sejumlah daerah justru hampir tidak ada penyembelihan hewan kurban.

“Karena yang merasa sudah kurban walaupun mampu dia tidak kurban lagi. Yang belum mampu ya tidak kurban juga. Sehingga di sana jarang ada yang kurban karena pemahamannya hanya sekali seumur hidup,” ujarnya.

Budi menjelaskan, tidak ada dalil Al-Qur’an maupun hadis yang membatasi ibadah kurban hanya sekali sepanjang hidup. Ia mengutip Surah Al-Kautsar ayat 2: “Fa shalli li rabbika wanhar” “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”

Menurutnya, ayat tersebut tidak memberikan batasan waktu tertentu. Karena itu, perintah kurban dipahami berlaku terus menerus setiap tahun selama seseorang mampu melaksanakannya.

Ia juga mengutip Surah Al-Hajj ayat 36: “Wal budna ja‘alnaha lakum min sya‘airillah” “Dan telah Kami jadikan hewan-hewan kurban itu sebagai bagian dari syiar Allah.”

Kata “syiar”, lanjutnya, menunjukkan bahwa kurban merupakan tanda besar dalam agama yang harus terus dihidupkan dari tahun ke tahun, sebagaimana syiar salat Idulfitri dan Iduladha.

Selain dalil Al-Qur’an, Budi menyinggung praktik Rasulullah Saw yang menurutnya senantiasa berkurban setiap tahun hingga wafat. Ia mengutip hadis tentang Nabi yang menyembelih dua ekor kambing kibas; satu untuk dirinya dan keluarganya, serta satu lagi untuk umat Islam yang belum mampu berkurban.

“Tidak ada satu riwayat pun yang menjelaskan Nabi itu kurban hanya sekali. Maka menunjukkan bahwa kurban itu berlaku setiap tahun,” katanya.

Dalam penjelasannya, Budi juga menepis anggapan bahwa hewan kurban harus berupa kambing semata. Memang, kata dia, Nabi lebih sering menyembelih kambing atau domba. Namun Rasulullah juga membolehkan sapi dan unta sebagai hewan kurban.

Ia mengutip hadis riwayat At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas tentang para sahabat yang berpatungan membeli seekor sapi untuk tujuh orang dan unta untuk sepuluh orang ketika bepergian bersama Rasulullah Saw.

“Berarti ini hewan memang termasuk hewan kurban. Jadi tak usah dipermasalahkan lagi apakah harus kambing,” ujarnya.

Populer video

Berita lainnya