ALS Penyakit yang Serang Saraf Motorik, Ini Gejala Awalnya

Pict by: Unsplash

Celebrithink.com – Nama penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) mungkin kembali mencuat di memori publik belakangan ini. Namun, apa sebenarnya ALS itu? Sering disebut sebagai penyakit Lou Gehrig, ALS merupakan kondisi neurodegeneratif progresif yang langka namun sangat serius. Penyakit ini menyerang sel saraf (neuron motorik) di otak dan sumsum tulang belakang yang mengontrol gerakan otot sukarela.

Ketika sel-sel saraf ini rusak dan mati, otak kehilangan kemampuan untuk memulai dan mengendalikan gerakan otot. Akibatnya, penderita akan mengalami kelemahan otot, atrofi (penyusutan otot), kelumpuhan, dan pada tahap lanjut dapat menyebabkan gagal napas. Hingga saat ini, ALS tergolong penyakit yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya, dengan rata-rata harapan hidup 2 hingga 4 tahun setelah diagnosis.

Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai
ALS tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara perlahan. Beberapa tanda awal yang sering muncul antara lain:

Kelemahan pada Anggota Tubuh: Terasa lemas pada tangan atau kaki yang berkembang selama beberapa hari atau minggu.

  1. Gangguan Bicara & Menelan: Beberapa orang memulai gejala dengan bicara yang cadel (slurred speech) atau kesulitan menelan makanan.
  2. Kedutan Otot: Munculnya kedutan (fasciculations) atau kram otot yang tidak biasa.
  3. Penyebaran Gejala: Dalam hitungan bulan, kelemahan biasanya akan menyebar ke anggota tubuh lainnya seiring rusaknya lebih banyak sel saraf motorik.

Penyebab dan Faktor Risiko
Meskipun sebagian besar kasus (sekitar 90–95%) bersifat sporadis atau tidak diketahui penyebab pastinya, para ahli meyakini adanya kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan:

  1. Genetik: Sekitar 5–10% kasus merupakan faktor keturunan.
  2. Lingkungan & Gaya Hidup: Paparan racun seperti logam berat atau pestisida, serta kebiasaan merokok.
  3. Trauma Fisik: Cedera kepala yang berulang.
  4. Riwayat Tertentu: Menariknya, data menunjukkan adanya kaitan antara riwayat dinas militer dengan peningkatan risiko ALS, meski alasan pastinya masih terus diteliti.

Kesadaran akan gejala awal sangat penting agar pasien bisa mendapatkan perawatan pendukung (palliative care) lebih dini untuk meningkatkan kualitas hidup. Dukungan keluarga dan lingkungan medis yang tepat menjadi kunci utama dalam mendampingi pejuang ALS melewati masa-masa sulit mereka.

Populer video

Berita lainnya