Celebrithink.com – Seperempat abad sejak didirikan, The Rain masih bertahan dengan formasi yang sama. Indra Prasta (vokal, gitar), Iwan Tanda (gitar, vokal), Ipul Bahri (bass, vokal) dan Aang Anggoro (drum, vokal). The Rain merupakan satu dari sedikit band di Indonesia yang melewati tahun ke-25 tanpa perubahan personel.
Lagu-lagu The Rain masih mendapatkan jutaan monthly plays di Spotify. Selain pendengar setia yang tumbuh dewasa bersama karya-karya The Rain sejak dulu, para pendengar The Rain dalam rentang usia jauh lebih muda tercatat semakin bertambah di berbagai kanal digital dan di berbagai gelaran acara musik yang diisi oleh The Rain.
“Sebuah hal yang sangat kami syukuri, bisa menjangkau penggemar lintas generasi,” ujar Indra. “Dan
cara terbaik untuk mensyukurinya adalah dengan merilis karya baru,” sambung Iwan.
Kembali ke Akar.
Lewat sebuah lagu baru berjudul Semoga Dia Bahagia, The Rain seperti sedang menyusuri kembali jalanan yang mereka lewati di awal karir. Jalanan yang membentuk warna musik The Rain. Genjrengan gitar yang renyah, harmoni vokal yang sederhana namun kuat, nada-nada yang mudah disenandungkan, serta barisan lirik yang lugas namun penuh makna. “Dulu kami cukup terpengaruh oleh karya-karya Gin Blossoms, Counting Crows, Soul Asylum, dan banyak band lain yang meramaikan pertengahan dekade
90-an,” ujar Aang.
Dulu sebelum bergabung dengan The Rain, Aang sempat mengisi posisi drummer untuk Crossbottom, salah satu band Jogja yang saat itu juga sering membawakan lagu-lagu Counting Crows selain karya mereka sendiri.
Lagu Semoga Dia Bahagia lahir di saat The Rain tengah menggarap beberapa lagu lainnya di studio. Setelah Indra memperdengarkan lagu ini pada personel lainnya, The Rain langsung menggarap aransemen dasarnya berempat. “Saat itu kami putuskan bahwa lagu ini yang akan menjadi single berikutnya,” ujar Ipul.