Celebrithink.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama IFPIM menggelar diseminasi riset terkait dampak kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) terhadap bisnis media pada Senin, 20 Juli 2026 di Hall Dewan Pers, Jakarta. Hasil penelitian kolaborasi PR2Media dan Monash University ini membongkar fenomena kerugian industri pers akibat ekstraksi data oleh pengembang teknologi. Temuan ini menegaskan perlunya reformasi regulasi serta perlindungan khusus bagi keberlanjutan media lokal.
Fenomena Double Subsidy yang Merugikan Pers
Salah satu poin paling krusial dalam riset ini adalah ditemukannya fenomena double subsidy (subsidi ganda) yang merugikan perusahaan media. Kondisi ini terjadi ketika platform jurnalisme secara tidak langsung menyubsidi pengembang Large Language Model (LLM) melalui dua cara:
- Materi Konten Gratis: Teks berita berkualitas tinggi yang diproduksi dengan biaya liputan mahal diambil secara bebas oleh AI tanpa kompensasi finansial.
- Eksploitasi Karya Jurnalistik: AI memanfaatkan data pers untuk melatih sistem mereka, yang kemudian dijual kembali kepada publik dalam bentuk layanan berbayar.
Eksploitasi data tanpa skema bagi hasil yang adil ini membuat ekosistem jurnalisme makin tertekan. Jika dibiarkan, kualitas informasi publik diprediksi bakal merosot tajam.
Perlindungan Khusus Buat Media Lokal
Media daerah atau media lokal menjadi pihak yang paling rentan terdampak oleh gempuran teknologi LLM ini. Meski memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan finansial, media lokal justru rajin menghasilkan konten hyperlocal yang bernilai tinggi dan autentik.
Dukungan finansial serta perlindungan hukum sangat dibutuhkan agar jurnalisme daerah tidak mati tergerus algoritma. Tanpa keberadaan media lokal yang sehat, publik akan kehilangan akses terhadap informasi tepercaya di tingkat tapak.
Strategi dan Langkah Konkret ke Depan
Untuk menjawab tantangan teknologi ini, tim peneliti merekomendasikan tiga langkah strategis yang harus segera dijalankan:
- Reformasi Regulasi: Pemerintah perlu menerbitkan aturan tegas terkait hak cipta konten pers yang dijadikan data latih AI.
- Penguatan Kapasitas Redaksi: Media harus mengadopsi teknologi AI secara bijak untuk meningkatkan efisiensi operasional.
- Kemitraan Kolektif: Perusahaan media wajib bersatu untuk menawar skema lisensi data yang adil (fair licensing) dengan raksasa teknologi.