Diterpa Badai Polemik ‘Didit Foundation’, ARTJOG 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Pic by Celebrithink

Celebrithink.com – Geliat festival seni kontemporer terbesar di Indonesia, ARTJOG, kembali menyapa publik mulai hari ini, Jumat (19/6/2026). Mengambil tempat di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, perhelatan tahunan ini dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya hingga 30 Agustus 2026 mendatang, di tengah riuh rendahnya perdebatan netizen di media sosial.

Seperti diketahui, gelaran ARTJOG tahun ini sempat diterpa polemik hangat terkait keterlibatan Didit Hediprasetyo Foundation (DHF), yayasan milik perancang busana sekaligus anak Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo.

Tanggapan CEO ARTJOG Soal Kegaduhan Media Sosial

Menanggapi isu yang berkembang, CEO ARTJOG Heri Pemad angkat bicara. Ia mengaku memantau langsung dinamika dan kegaduhan yang terjadi di jagat maya mengenai keterlibatan DHF. Pemad juga menegaskan bahwa pihak manajemen ARTJOG telah menjalin komunikasi intensif dengan DHF untuk menyikapi persoalan ini secara bijak.

”Kita sepakat, tanpa mengurangi hormat pada teman-teman semuanya, tanpa mengurangi semangat kami. Karena konsentrasi dari DHF sama seperti dulu, visinya juga sama,” ujar Heri Pemad dalam jumpa pers. Dia pun memastikan fokus utama event ini tetap pada perayaan karya seni.

“ARS LONGA”: Trilogi Panjang Seni Kontemporer

Lepas dari polemik yang ada, ARTJOG tahun ini menyajikan konsep yang sangat matang. Memulai babak baru, ARTJOG menawarkan tema besar bertajuk ARS LONGA Trilogia yang direncanakan bergulir dari tahun 2026 hingga 2028. Judul besar ini mengadopsi pepatah klasik yang berarti “Trilogi Seni Itu Panjang”.

Sebagai pembuka trilogi, tema yang diusung tahun ini adalah ARS LONGA: GENERATIO. Tema ini mengajak publik dan kreator untuk membuka dialog antargenerasi dalam praktik seni, sekaligus membayangkan kembali peran sosial seni di berbagai rentang usia sebagai bentuk bertahan hidup, produksi pengetahuan, hingga proses penyembuhan di tengah ketidakpastian.

Instalasi Epik Roby Dwi Antono dan Ruang Imersif

Daya tarik utama fasad JNM tahun ini dipasrahkan kepada seniman komisi khusus, Roby Dwi Antono. Seniman yang karyanya sudah mendunia ini menerjemahkan tema GENERATIO lewat instalasi patung dan ruang imersif bertajuk GENERATIO: CYCLUS VITAE.

Karya Roby mengeksplorasi konsep mendalam tentang bagaimana luka psikologis dari masa lalu bisa diwariskan dan membentuk identitas generasi baru. Pengunjung akan dibawa menyelami narasi ini lewat tiga bagian ruangan:

  1. Vulnera: Bekas Luka Antargenerasi (menyambut pengunjung di fasad depan gedung).
  2. Rahim Kolektif dan Generasi Alien (di ruang pameran pertama).
  3. Generatio Continua: Kematian sebagai Katalis Kelahiran Kembali Sebuah Generasi (sebagai penutup rangkaian instalasi).

Populer video

Berita lainnya