Celebrithink.com – Pers selalu didorong untuk menghadirkan pemberitaan berimbang, edukatif, dan berbasis data. Pun demikian saat meliput tata kelola industri sawit. Terlebih saat ini banyak sumber yang didapatkan oleh insan pers berasal dari unggahan media sosial saja.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Dr. Agus Sudibyo saat Workshop Jurnalistik PWI-GAPKI bertema “Sinergi Pers-Industri Sawit untuk Kedaulatan, Keadilan dan Kemakmuran Indonesia” pada 28 Agustus 2026, di Hotel Loman, Yogyakarta.
Workshop menghadirkan Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir, Ketua PWI DIY Hudono, serta Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Edy Martono. Sejumlah narasumber kompeten juga hadir, antara lain pakar hukum ekonomi Universitas Jember Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, pakar ekonomi INDEF Prof. Dr. Bustanul Arifin, dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Dr. Agus Sudibyo.
Ketua PWI DIY Hudono mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman wartawan terhadap industri kelapa sawit secara lebih komprehensif. Menurutnya, meskipun Yogyakarta tidak memiliki perkebunan sawit, berbagai isu mengenai sawit tetap menjadi perhatian publik karena Yogyakarta merupakan salah satu pusat informasi dan pendidikan.
“Isu sawit ini memang sangat sensitif. Namun dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang terus kita tegakkan, pemberitaan tentang sawit akan berimbang, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hudono.
Ia menilai wartawan perlu memahami persoalan sawit tidak secara parsial, melainkan dari berbagai aspek, mulai budidaya, kebijakan, hukum, pengolahan, perdagangan, hingga ekspor. Hudono juga mengapresiasi GAPKI yang secara aktif memberikan pemahaman kepada wartawan mengenai industri sawit. Menurutnya, pemahaman yang utuh akan membantu media menghasilkan pemberitaan yang tidak terjebak pada isu secara sepotong-sepotong.
“Kalau wartawannya tidak bisa menulis tentang sawit, tentu masyarakat juga akan bingung. Inilah momentum yang sangat bagus melalui workshop tentang jurnalisme sawit,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua GAPKI Edy Martono menegaskan pentingnya peran pers dalam memberikan informasi yang utuh mengenai kontribusi industri kelapa sawit bagi Indonesia. Ia menyebut sawit sebagai salah satu komoditas strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Menurut Edy, industri sawit juga memiliki keterkaitan yang luas dengan kehidupan masyarakat. Berbagai produk yang digunakan sehari-hari, mulai sabun, sampo, kosmetik, hingga produk pangan, memiliki keterkaitan dengan minyak sawit.
Selain aspek ekonomi, Edy menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan, terutama dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengatakan anggota GAPKI turut melakukan upaya pencegahan dan membantu pemerintah dalam penanganan kebakaran di sejumlah daerah.
Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir mengatakan workshop tersebut penting karena industri kelapa sawit dan pers memiliki tantangan yang sama dalam menghadapi dinamika serta berbagai isu yang berkembang.