Mengenal Fase Friendship Break up, Anak Milenial Harus Tahu Ini

sumber foto: Pexels
Ilustrasi by Pexels/Friendship Break up

Apakah kamu punya sahabat? Friendship atau persahabatan memang mempunyai Ikatan emosional yang kuat, mereka saling mendukung, menghargai, dan mempercayai satu sama lain, kalau bahasa kekiniannya se-frekuensi. Ini adalah hubungan yang tidak didasari oleh ikatan darah, tetapi oleh kesamaan minat, nilai, dan pengalaman hidup.

Ketika sebuah persahabatan berakhir, hal ini dinamakan sebagai friendship break up. Bukan sekadar berhenti bertukar kabar, tetapi ini juga menandakan sebuah perjalanan emosional yang luas yang melibatkan banyak aspek.

Serupa kandasnya hubungan sepasang kekasih tapi tak sama, friendship break up layaknya kehilangan orang yang saling mengerti dan selalu ada. Begitupun dengan proses pemulihannya.

Mungkin terdengar agak klise, tetapi bagi mereka yang pernah mengalaminya, rasanya tidak kalah sakitnya dengan putus cinta. Mari kita bahas lebih lanjut mengapa bisa terjadi friendship break up, dan bagaimana cara mengatasinya menurut pakar psikologi, survey, dan mengutip halaman healthline.com

Penyebab Friendship Break Up

Friendship break up bisa terjadi karena berbagai alasan, dan setiap situasi mungkin berbeda. Namun, ada beberapa penyebab umum yang bisa menyebabkan persahabatan berakhir, yaitu:

  • Perbedaan Nilai dan Prioritas

Ketika dua orang memiliki perbedaan nilai atau tujuan hidup yang besar, hal ini bisa membuat mereka tumbuh terpisah dan akhirnya berpisah.

  • Konflik Tak Terselesaikan

Seperti dalam hubungan lainnya, konflik yang tidak diselesaikan bisa merusak persahabatan. Ketidaksepahaman yang tidak diatasi dapat membangun ketegangan yang akhirnya menyebabkan friendship break up.

  • Perubahan Hidup

Ketika seseorang mengalami perubahan besar dalam hidup mereka, seperti pindah tempat tinggal, perubahan pekerjaan, atau bahkan pernikahan, hubungan persahabatan seringkali bisa terpengaruh.

  • Kehilangan Kedekatan Emosional

Ketika kedua belah pihak merasa bahwa hubungan tidak lagi memberikan dukungan emosional yang mereka butuhkan, persahabatan bisa menjadi kurang bermakna.

Contoh Kasus Friendship Break Up

Contoh friendship break up bisa datang dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah ketika dua sahabat dari masa kecil mulai menjalani kehidupan yang berbeda setelah lulus sekolah. Mereka mungkin memiliki impian dan tujuan yang berbeda, sehingga tidak lagi memiliki waktu atau minat untuk saling mendukung. Akhirnya, jarak dan perbedaan minat membuat mereka tumbuh terpisah.

Contoh lainnya adalah konflik yang tidak terselesaikan antara dua sahabat yang berpandangan berbeda tentang suatu masalah. Meskipun mereka mencoba untuk memperbaiki hubungan mereka, ketidaksepahaman yang dalam membuat mereka sulit untuk kembali seperti semula. Akhirnya, mereka memilih untuk mengakhiri persahabatan mereka.

Cara Mengatasi Friendship Break Up

Meskipun friendship break up bisa sangat menyakitkan, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasinya, yaitu:

  • Terima Perasaan kamu

Penting untuk mengakui dan menerima perasaan Anda terhadap putusnya persahabatan. Jangan menekan emosi, biarkan diri kamu merasakan kesedihan dan kekecewaan.

  • Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Ingatlah bahwa persahabatan adalah usaha dua arah, dan tidak semua masalah bisa diatasi oleh satu orang. Jangan menyalahkan diri sendiri secara berlebihan atas friendship break up tersebut.

  • Bicarakan Bersama Orang yang Dapat Dipercaya

Berbicara dengan teman atau anggota keluarga yang dapat dipercaya mungkin bisa membantu mengatasi perasaan kamu. Dengan orang yang tepat barangkali bisa memberikan sudut pandang yang berbeda atau sekadar mendengarkan ceritamu tanpa menjudge.

  • Berikan Waktu untuk Penyembuhan

Kesembuhan tidak terjadi dalam semalam. Berikan waktu untuk diri kamu sendiri , merasakan kesedihan, dan kemudian bersiap move on membangun langkah baru.

  • Buka Diri untuk Persahabatan Baru

Meskipun kehilangan persahabatan yang lama bisa menyakitkan, tetapi membuka diri untuk persahabatan baru bisa membantu kamu memperoleh pengalaman baru dan mendapatkan dukungan yang kamu butuhkan.

Mempunyai sahabat tentu sangat asyik, bukan? Selain sefrekuensi, sahabat juga orang yang dapat kita percaya, mendengarkan ide-ide gila kita, berbagi kesenangan dan kesedihan, berjuang bersama, dan sebainya.

Friendship break up mungkin terasa seperti akhir dari segalanya pada awalnya, tetapi dengan waktu dan dukungan yang tepat, kamu akan dapat pulih dan membangun hubungan baru yang lebih sehat di masa depan.

Ingatlah bahwa tidak semua persahabatan bertahan selamanya, tetapi yang penting adalah belajar dari pengalaman tersebut dan terus berkembang sebagai individu yang lebih kuat. Jadi, tenang saja.

Populer video

Berita lainnya