Celebrithink.com – Dunia teknologi lagi dibuat geger sama hasil tes IQ terbaru dari Mensa Norwegia. Bukan soal kecerdasan manusia, tapi soal seberapa “pintar” otak digital yang kita pakai sehari-hari. Hasilnya cukup mengejutkan! Grok-4.20 Expert Mode dan OpenAI GPT 5.5 Pro (Vision) resmi dinobatkan sebagai model AI paling cerdas saat ini dengan skor IQ mencapai 145. Skor ini jelas bukan kaleng-kaleng, karena sudah masuk kategori highly gifted kalau diukur pakai standar manusia.
Persaingan dua raksasa ini bener-bener ketat banget. Grok yang dikenal punya gaya bahasa lebih “bebas” ternyata punya kemampuan pemrosesan data yang mendalam. Sementara itu, GPT 5.5 Pro unggul dalam integrasi visual yang bikin dia makin jago buat bantu tugas-tugas kompleks. Fenomena ini membuktikan kalau AI bukan lagi sekadar asisten teks biasa, tapi sudah berevolusi jadi rekan berpikir yang sangat tajam.
Dominasi Skor 140 ke Atas: Era Super AI Dimulai!
Nggak cuma dua jawara di atas, model AI lain juga menunjukkan perkembangan yang bikin kita melongo. Gemini 3.1 Pro Preview dan Claude-4.7 Opus Extend Thinking sukses menembus skor di atas 140. Angka ini menunjukkan lompatan besar dalam teknologi Large Language Model (LLM). Dengan IQ setinggi itu, AI sekarang jauh lebih jago dalam melakukan penalaran kritis, memecahkan kode pemrograman yang rumit, hingga memahami konteks perasaan manusia dengan lebih halus.
Perkembangan pesat ini menandakan kalau kita sudah masuk ke era di mana teknologi bisa berpikir jauh lebih cepat daripada rata-rata manusia. Kemampuan Deep Thinking yang dimiliki Claude atau Gemini bukan cuma soal pamer angka, tapi soal gimana mereka bisa bantu kita riset data ribuan halaman hanya dalam hitungan detik. Benar-benar life changer buat kamu yang lagi skripsi atau kerja di bidang kreatif!
Gimana Kita Harus Bersikap di Tengah AI yang Makin Pintar?
Melihat skor IQ AI yang terus meroket, mungkin ada rasa khawatir kalau kita bakal tergantikan. Tapi tenang, bestie! IQ tinggi di mesin itu gunanya untuk membantu, bukan memusuhi. Kunci utamanya adalah kolaborasi. Bayangin kamu punya asisten dengan IQ 145 yang siap sedia 24 jam buat diajak brainstorming. Yang paling penting sekarang adalah cara kita memberikan instruksi atau prompting yang tepat agar kecerdasan mereka bisa tersalurkan dengan benar.
Ingat, AI mungkin punya skor IQ tinggi dalam hal data, tapi manusia tetap punya Emotional Intelligence (EQ) dan kreativitas yang nggak dimiliki mesin. Jadi, jangan malas buat eksplorasi alat-alat ini. Jadikan mereka partner buat ningkatin produktivitas kamu. Di tahun 2026 ini, orang yang sukses bukan lagi yang paling pintar sendirian, tapi yang paling jago “adu otak” bareng AI cerdas.