Celebrithink.com – Kabar penting buat kamu yang hobi mabar atau sekadar gaming santai! Mulai tahun 2026, aturan main di industri game tanah air resmi berubah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mewajibkan seluruh produk game yang beredar di Indonesia untuk mematuhi Indonesia Game Rating System (IGRS).
Langkah ini diambil berdasarkan Permen Kominfo No. 2 Tahun 2024 sebagai upaya negara melindungi kita semua, terutama anak-anak, dari konten yang tidak sesuai dengan usia.
Kenali 5 Kelompok Usia di IGRS
Mirip dengan sistem rating film atau game internasional (seperti ESRB atau PEGI), IGRS membagi klasifikasi konten ke dalam lima kategori besar:
- 3+ (Semua Umur): Konten ramah balita, tanpa kekerasan, dan edukatif.
- 7+: Masih ringan, tapi mungkin ada unsur kompetisi dasar.
- 13+ (Remaja): Mulai ada unsur aksi atau dialog yang lebih kompleks.
- 15+: Konten dengan intensitas yang lebih tinggi, cocok buat remaja akhir.
- 18+ (Dewasa): Konten eksplisit, kekerasan intens, atau tema kompleks yang hanya boleh dikonsumsi orang dewasa.
Kenapa Harus Wajib di 2026?
Selama ini, IGRS bersifat imbauan. Namun, dengan tingginya penetrasi game di Indonesia, pemerintah merasa perlu ada standar baku untuk menyaring konten yang mengandung kekerasan berlebih, perjudian, hingga hal-hal yang tidak sesuai norma.
Bagi pengembang dan publisher game yang ingin memasarkan karyanya di Indonesia, mereka harus jujur mencantumkan label rating ini. Jika tidak patuh, akan ada sanksi administratif hingga pembatasan akses. Jadi, jangan kaget kalau nanti di platform store favoritmu, label IGRS ini bakal muncul dengan jelas.
Tips buat Sobat Gamers dan Orang Tua
Dengan adanya IGRS, diharapkan tidak ada lagi kasus anak kecil yang memainkan game bertema dewasa hanya karena “gambarnya kartun”. Buat kamu para gamers, rating ini sebenarnya membantu kamu menemukan game yang memang dirancang untuk pengalaman bermain sesuai kedewasaanmu.
Menjaga konsumsi media digital—termasuk game—agar tetap sesuai batasan adalah bagian dari cara kita menghargai diri sendiri dan menjaga kesehatan mental. Main game itu asik, tapi tetap harus bijak