Celebrithink.com – Kabar membanggakan datang dari dunia sastra! Novel best-seller karya Ratih Kumala, “Gadis Kretek”, resmi menyapa pembaca di Negeri Ginseng. Bukan sekadar terjemahan biasa, buku ini hadir sebagai bagian dari Southeast Asian Literature Series oleh Yayasan Hansae Yes24.
Hal ini pencapaian yang luar biasa untuk literatur Indonesia! Setelah sukses besar dengan serialnya di Netflix, “Gadis Kretek” (atau dalam bahasa Korea dikenal sebagai “담배를 피우는 여자”) kini benar-benar melintasi batas budaya dalam bentuk aslinya, yaitu teks.
Langkah ini menandai posisi penting karya penulis Indonesia dalam peta literatur Asia Tenggara yang kini mulai dilirik serius oleh pembaca internasional, khususnya di Korea Selatan.
“Gadis Kretek” Lebih dari Sekadar Sejarah Industri Rokok
Bagi kamu yang sudah membaca atau menonton serialnya, pasti tahu bahwa “Gadis Kretek” bukan cuma soal industri tembakau. Ini adalah epos tentang cinta yang tak sampai, rahasia keluarga, dan perjuangan perempuan di tengah sejarah besar Indonesia.
Yayasan Hansae Yes24 memilih buku ini karena dianggap sebagai salah satu “karya penting” yang mampu merepresentasikan kekayaan budaya dan kompleksitas sejarah kawasan Asia Tenggara kepada publik Korea.
Pencapaian Emosional bagi Ratih Kumala
Bagi sang penulis, Ratih Kumala, momen ini bukan hanya soal karier. Ia mengungkapkan bahwa penerbitan dalam bahasa Korea ini adalah sebuah pencapaian yang sangat emosional bagi keluarganya. Mengingat novel ini terinspirasi dari sejarah keluarga besarnya di Jawa Tengah, “Gadis Kretek” yang kini bisa dibaca oleh warga dunia adalah bentuk penghormatan bagi leluhurnya.
Diplomasi Budaya Lewat Halaman Buku
Hadirnya “Gadis Kretek” di rak-rak buku Korea ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi karya-karya penulis Indonesia lainnya. Setelah gelombang Hallyu (K-Wave) mendominasi kita, kini saatnya literasi Indonesia memberikan warna di panggung global. Yuk dukung terus karya-karya penulis Indonesia.