Ziarah ke Makam Wartawan Udin: Menolak Lupa, Merawat Keberanian

Pic by Pers Bantul

Celebrithink.com – Pada Senin (9/2/2026), makam Udin di Dusun Gedongan, Trirenggo, Bantul, ramai didatangi para wartawan senior dan tokoh masyarakat. Ziarah ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah pesan kuat tentang integritas.

Pahlawan di Balik Tekanan Orde Baru
Wartawan senior Sigit Purwita menegaskan bahwa Udin bukan sekadar rekan sejawat, melainkan pahlawan. Di masa Orde Baru yang penuh tekanan, Udin berani menuliskan kebenaran yang mempertaruhkan nyawanya.

“Mas Udin bagi saya adalah pahlawan dalam profesi wartawan,” ujar Sigit.

Kasus penganiayaan Udin pada 13 Agustus 1996 memang telah dinyatakan kedaluwarsa secara hukum, namun komunitas pers tidak pernah menyerah. Mereka terus mendorong aparat untuk setidaknya mengungkap motif sebenarnya di balik kejadian tragis tersebut agar sejarah tidak menjadi gelap selamanya.

Harapan Menjadi Pahlawan Nasional
Ada sebuah dorongan kuat di HPN 2026 ini: Menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional di bidang Pers. Perbandingannya seperti halnya Marsinah yang menjadi ikon perjuangan buruh. Hal ini bisa memberikan pengakuan resmi atas pengorbanan tertinggi seorang jurnalis demi keterbukaan informasi. Para jurnalis senior juga berharap adanya monumen di pusara Udin yang mengisahkan sejarah perjuangannya agar bisa dipelajari generasi mendatang.

Pesan untuk Wartawan Muda
Di era digital di mana informasi mengalir begitu cepat, keberanian Udin dalam menyuarakan kebenaran menjadi kompas yang sangat relevan. Wartawan masa kini tidak hanya melapor, tapi juga memberikan solusi bagi kemajuan daerah.

Populer video

Berita lainnya