Karyawati PT Timah Hina Honorer, Videonya Viral

Pict by Instagram

celebrithink.com – Kasus penghinaan terhadap tenaga honorer kembali mencuat di media sosial. Kali ini, seorang karyawati PT Timah Tbk di Kepulauan Bangka Belitung diduga merendahkan tenaga honorer dalam sebuah video TikTok. Video tersebut memicu reaksi beragam dari netizen dan menjadi viral.

Video Penghinaan yang Viral
Sebuah video TikTok memperlihatkan seorang karyawati PT Timah Tbk yang mengunggah konten kontroversial. Dalam video berdurasi 23 detik itu, dia menyebut tenaga honorer sebagai “hororer” saat membahas antrean pasien BPJS Kesehatan di rumah sakit.

Perempuan berhijab tersebut terlihat mengenakan kemeja putih dengan logo PT Timah Tbk di bagian dada. Ia duduk di sebuah ruangan kerja yang dilengkapi alat tulis kantor, komputer, dan tumpukan berkas. Sambil tersenyum, dia berkata, “Ngantri ya dek, BPJS ya? Masih hororer ya? Kebetulan saya pasien prioritas, jadi saya nggak ngantri.”

Respons Netizen dan Dampak yang Ditimbulkan
Unggahan tersebut langsung memancing reaksi beragam. Beberapa netizen menyayangkan sikapnya yang dianggap merendahkan profesi tenaga honorer. Ada juga yang menilai video itu hanya sebuah candaan yang tidak perlu dibesar-besarkan.

Hingga berita ini dimuat, video tersebut telah disukai 499 kali, mendapat 551 komentar, dan dibagikan sebanyak 636 kali. Banyak netizen menuntut klarifikasi dan permintaan maaf dari karyawati tersebut serta tindakan tegas dari PT Timah Tbk.

Pihak Perusahaan Belum Beri Klarifikasi
Hingga saat ini, PT Timah Tbk belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Publik menantikan langkah yang akan diambil perusahaan terkait sikap salah satu karyawannya. Sementara itu, banyak pihak mengingatkan pentingnya bijak dalam bermedia sosial agar tidak menimbulkan kontroversi serupa di masa depan.


Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap individu, terutama karyawan perusahaan besar, harus berhati-hati dalam membuat konten di media sosial. Sebuah unggahan yang dianggap bercanda bisa berujung pada kecaman publik dan merusak citra pribadi maupun perusahaan.

Populer video

Berita lainnya