Ustaz Maulana Bahas Menghina Orang Lain dalam Ceramah

Foto: Instagram/m_nur_maulana

Ustaz Maulana turut mengomentari kontroversi yang melibatkan Gus Miftah, yang sempat menghina seorang penjual es teh bernama Sunhaji melalui candaan. Dalam acara Samawa di Trans TV, Ustaz Maulana memerankan sosok penjual es teh yang menjadi sasaran olok-olok seorang ustaz saat memberikan ceramah.

Melalui peran tersebut, Ustaz Maulana kemudian menyampaikan pesan penting tentang bahaya menghina orang lain. Ia menegaskan bahwa menyakiti, melukai, atau merampas hak orang lain termasuk perbuatan haram dalam ajaran Islam. “Muslim itu tidak boleh menghina, karena haram hukumnya untuk menyakiti, melukai, atau mengambil hak orang lain,” ujar Ustaz Maulana.

Dalam ceramahnya, Ustaz Maulana mengutip salah satu hadis dari Riwayat Bukhari yang menyoroti dosa besar ketika seseorang merendahkan saudaranya sesama Muslim. “Sebagaimana disebutkan dalam riwayat, cukup seseorang dianggap berbuat keburukan jika dia merendahkan saudaranya sesama Muslim,” katanya.

Selain itu, Ustaz Maulana mengingatkan pentingnya memberikan nasihat dengan cara yang bijaksana. Menurutnya, menasihati di depan umum dapat mempermalukan orang yang dinasihati. “Kata Imam Syafii, jika kita ingin menasihati seseorang, lakukan secara pribadi agar tidak mempermalukannya. Dan panggilah orang dengan sebutan terbaik supaya tidak merasa direndahkan,” jelasnya.

Di sisi lain, Gus Miftah telah meminta maaf kepada Sunhaji atas tindakannya. Sebagai bentuk penyesalan, Gus Miftah berencana memberangkatkan Sunhaji untuk menunaikan ibadah umrah.

Tidak hanya itu, Gus Miftah juga memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian tersebut.

Pesan yang disampaikan Ustaz Maulana menjadi pengingat bahwa menghormati sesama adalah salah satu inti dari ajaran Islam. Tindakan menghina atau mempermalukan orang lain tidak memiliki tempat dalam kehidupan seorang Muslim.

Populer video

Berita lainnya