Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Air, Retno Marsudi, mengungkapkan tiga langkah utama dalam menyelesaikan masalah air di dunia. Langkah-langkah tersebut dikenal dengan nama Triple A, yaitu Advocacy (Advokasi), Align (Penyelarasan), dan Accelerate (Percepatan). Retno menyampaikan hal tersebut pada Pertemuan ke-40 UN-Water yang berlangsung di New York, Amerika Serikat, pada Senin, 4 November 2024.
Menurut Retno, advokasi merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan komitmen politik dunia diwujudkan dalam tindakan nyata. “Advokasi diperlukan agar air menjadi agenda politik yang sangat prioritas,” ujar Retno. Selain itu, penyelarasan atau align juga dibutuhkan agar semua pihak terkait dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam penanganan isu air, terutama dalam implementasi Strategi PBB untuk Air dan Sanitasi.
Dalam kesempatan tersebut, Retno juga menekankan perlunya percepatan dalam pelaksanaan tugas-tugas terkait air dan sanitasi di bawah sistem PBB. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang bekerja seperti biasa, mengingat kondisi saat ini yang sangat mendesak. Menurutnya, dunia sedang menghadapi dua masalah besar terkait air, yaitu keterbatasan sumber daya dan keterbatasan waktu.
Retno menyebutkan bahwa ada sejumlah tenggat waktu penting yang harus dicapai untuk menyelesaikan masalah air global. Di antaranya adalah Konferensi Air PBB pada 2026, tahap akhir Dekade Aksi Air pada 2028, dan target pencapaian Agenda 2030. Oleh karena itu, langkah-langkah Triple A ini menjadi sangat penting untuk memacu pelaksanaan dan pencapaian tujuan tersebut.
Pertemuan UN-Water yang diadakan setiap dua tahun sekali, bertujuan untuk menjadi mekanisme koordinasi bagi seluruh badan PBB dalam menangani isu air. Pertemuan tahun ini dihadiri oleh 130 peserta yang terdiri dari anggota dan mitra UN-Water. Retno Marsudi hadir dalam pertemuan ini sebagai tugas pertamanya setelah resmi dilantik sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Air pada 1 November 2024.