Setiap tanggal 5 Juni, dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day. Peringatan ini dimulai pada tahun 1972 ketika Majelis Umum PBB menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia dalam Konferensi Stockholm. Menurut situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Berdasarkan informasi dari situs resmi World Environment Day, Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan platform global yang bertujuan untuk mendorong perubahan positif terhadap fenomena lingkungan saat ini. Lebih dari 150 negara ikut serta dalam perayaan ini, menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan. Sejak didirikan pada tahun 1973, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) memimpin pelaksanaan acara ini.
Peringatan ini mengingatkan kita semua akan tantangan lingkungan yang sedang dihadapi, terutama terkait dengan pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan. Pemanasan global menyebabkan berbagai masalah lingkungan, membuat kondisi bumi semakin tidak sehat. Oleh karena itu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momen penting untuk mengajak masyarakat global lebih peduli dan bertindak nyata demi lingkungan.
Setiap tahunnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia dirayakan dengan tema yang berbeda-beda. Untuk tahun 2024, tema yang diusung adalah “Restorasi Lahan, Penggurunan, dan Ketahanan terhadap Kekeringan”. Tema ini sesuai dengan program Dekade Restorasi Ekosistem PBB (2021-2030), yang merupakan seruan global untuk melindungi dan memulihkan ekosistem di seluruh dunia. Restorasi lahan merupakan pilar penting dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Tahun 2024, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan akan mengadakan sesi keenam belas Konferensi Para Pihak (COP 16) UNCCD pada tanggal 2 hingga 13 Desember 2024. Selain itu, berbagai kegiatan juga akan diadakan di Jenewa, di mana sejumlah acara akan melibatkan berbagai mitra dan pemangku kepentingan sepanjang minggu.
Peringatan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga sebagai panggilan untuk aksi nyata dalam menghadapi tantangan lingkungan. Dengan melibatkan berbagai negara dan pemangku kepentingan, diharapkan akan tercipta kolaborasi yang efektif untuk melindungi dan memulihkan lingkungan. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk berkontribusi dalam menjaga bumi tetap sehat dan layak huni bagi generasi mendatang.
Jadi, mari kita jadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam merawat lingkungan. Dengan mengusung tema “Restorasi Lahan, Penggurunan, dan Ketahanan terhadap Kekeringan”, kita diajak untuk lebih peduli dan bertindak nyata demi keberlanjutan bumi yang kita cintai.