Mataram Legacy Run 2026 Ajak Pelari Menyusuri Sejarah

Pic by Mataram Legacy

Celebrithink.com – Mataram Legacy Run 2026 akan digelar pada Minggu, 22 November 2026, dengan titik start dan finish di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta. Mengusung semangat “I’m not just running, I’m on a cultural journey”, ajang ini menggabungkan aktivitas lari, kebersamaan keluarga, dan pengenalan warisan budaya Kotagede, kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah awal Kerajaan Mataram.

Berbeda dari ajang lari yang berfokus pada pencapaian jarak dan waktu, Mataram Legacy Run mengajak peserta menikmati pengalaman berlari sekaligus mengenal identitas lokal melalui rute yang melintasi kawasan bersejarah Kotagede. Peserta dapat memilih kategori 3K Fun Run, 5K Fun Run, serta Family Run untuk pengalaman berlari bersama keluarga.

Identitas lokal juga dihadirkan melalui desain jersey yang dirancang oleh Yusuf Aji dan Bagus Handy, perupa lokal. Dengan pendekatan visual yang memadukan karakter kontemporer dan elemen identitas Mataraman, jersey menjadi bagian dari upaya menghadirkan cerita Kotagede dalam pengalaman acara.
Pengalaman acara tidak berhenti di garis finis. Mataram Legacy Run turut menghadirkan program budaya, hiburan, serta Pasar Lawas Mataraman yang membuka ruang bagi kuliner dan produk lokal. Pelibatan komunitas dan pelaku lokal menjadi bagian dari upaya menjadikan acara ini sebagai ruang pertemuan antara olahraga, budaya, dan kehidupan masyarakat.

Mataram Legacy Run 2026 dijadwalkan berlangsung pukul 05.00 hingga 10.00 WIB. Pendaftaran melalui situs resmi mataramrun.com tersedia dengan harga Regular Sale mulai Rp175.000 untuk kategori 3K Fun Run dan Rp200.000 untuk kategori 5K Fun Run. Tersedia pula kategori Family Run bagi peserta yang ingin menikmati pengalaman lari bersama keluarga. Melalui Mataram Legacy Run, Kotagede tidak hanya menjadi latar sebuah ajang olahraga, tetapi juga bagian utama dari pengalaman peserta melalui rute, cerita, karya perupa lokal, serta perjumpaan dengan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Populer video

Berita lainnya