Celebrithink.com – Bagi kamu pencinta musik pop, album SOUR milik Olivia Rodrigo pasti sudah khatam di luar kepala. Selain lagu-lagunya yang sukses bikin galau berjamaah, visual serba ungu yang melekat erat pada album ini juga ikonik banget. Selama ini, banyak dari kita yang mengira kalau pemilihan warna ungu tersebut murni untuk kebutuhan estetika visual dan branding semata agar terlihat kekinian di media sosial.
Namun, kalau kita bedah lebih dalam menggunakan penalaran kritis, ada plot twist medis yang sangat personal di balik keputusan kreatif tersebut. Musisi muda berbakat ini ternyata tidak asal pilih warna. Ungu adalah representasi visual nyata dari apa yang berkecamuk di dalam kepalanya saat ia sedang menggubah lagu.
Mengenal Baby Synesthesia yang Dialami Olivia
Rahasia besar ini terungkap langsung dari pengakuan sang penyanyi. Olivia Rodrigo ternyata mengidap kondisi neurologis unik yang disebut baby synesthesia atau sinestesia. Sederhananya, ini adalah sebuah kondisi langka di mana panca indra seseorang saling terhubung dan tumpang tindih secara alami, melahirkan sebuah persepsi sensorik baru yang tidak biasa.
Dalam kasus Olivia, sinestesia ini membuat indra pendengarannya terhubung erat dengan indra penglihatannya. Setiap kali ia mendengarkan atau menciptakan sebuah nada musik, otaknya secara otomatis akan memproyeksikan warna-warna tertentu secara spesifik. “Jadi setiap kali aku mendengarkan lagu, aku bisa melihat warna-warna tertentu,” tutur Olivia seperti dilansir dari media People.
Mengubah Bunyi Menjadi Visual Warna Ungu
Fenomena sinestesia ini memberikan helpful insight bagi kita untuk memahami cara kerja otak para jenius musik. Bagi Olivia, lagu-lagu galau bertema patah hati yang mendominasi album SOUR—seperti Drivers License atau Deja Vu—secara konsisten memicu otaknya untuk “melihat” semburat warna ungu tua dan lavender yang intens di dalam pikirannya.
Itulah mengapa ia bersikeras menggunakan warna tersebut sebagai identitas utama albumnya. Jadi, alih-alih sekadar mengikuti tren pasar, visual serba ungu tersebut adalah bentuk kejujuran karya yang murni merepresentasikan apa yang ia rasakan secara sensorik.
Sisi Positif Sinestesia bagi Kreativitas Musisi
Meskipun terdengar seperti cerita film fiksi ilmiah, sinestesia bukanlah sebuah penyakit mental atau kelainan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Secara medis, kondisi ini justru menjadi berkah tersendiri bagi dunia seni karena mampu meningkatkan kreativitas secara drastis.
Selain Olivia, beberapa musisi dunia seperti Billie Eilish dan Lorde juga diketahui memiliki kondisi serupa. Sinestesia membantu mereka menciptakan karya yang tidak hanya enak didengar di telinga, tapi juga memiliki karakter visual yang sangat kuat dan berkarakter. Lewat album SOUR, Olivia berhasil membuktikan bahwa keunikan fungsi otaknya justru bisa diubah menjadi mahakarya seni yang sukses menguasai tangga lagu global. Keren banget, kan?