Film Obsession, Nikki Bukan Cegil Biasa

Pic by IMDB

Celebrithink.com – Demam film horor independen yang lahir dari media sosial tampaknya belum surut. Setelah diguncang fenomena sineas muda yang naik daun lewat dunia digital, kini pencinta sinema Hollywood kembali dibuat heboh oleh film berjudul Obsession.

Film horor-supranatural psikologis ini merupakan karya terbaru garapan sutradara muda berbakat, Curry Barker. Menawarkan ketegangan yang intens dan ramah di otak anak muda, film ini sukses memicu perdebatan sengit di TikTok dan X terkait karakter utamanya.

Teror Mistis dari Ranting Pemuas Nafsu

Obsession sendiri berfokus pada kehidupan Bear (Michael Johnston), seorang pria pemalu yang memendam rasa cinta mendalam pada sahabat dekatnya sendiri, Nikki (Inde Navarrette). Karena frustrasi cintanya tak kunjung berbalas dan tidak punya keberanian untuk menyatakan perasaan, Bear nekat mengambil jalan pintas berbau mistis.

Ia menggunakan sebuah ranting ajaib legendaris bernama “One Wish Willow”. Harapan romantis yang awalnya ia kira bakal berakhir indah seperti di film drama, justru berubah menjadi plot twist teror mematikan. Sihir dari ranting tersebut mengubah perasaan Nikki secara drastis menjadi sebuah obsesi yang sangat posesif, ekstrem, dan benar-benar di luar kendali akal sehat manusia.

Terjebak Isu Ideal Victim dan Label ‘Cegil’

Menariknya, setelah menonton film ini, masih banyak penonton Indonesia yang terjebak dalam konstruksi kuno bernama ideal victim (korban ideal). Di media sosial, netizen dengan mudahnya membingkai sosok Nikki hanya sebatas karakter ‘cegil’ alias cewek gila yang agresif. Padahal, jika kita menggunakan penalaran kritis, kondisinya tidak sesederhana itu.

Menyematkan label ‘cegil’ pada Nikki dalam konteks film ini adalah sebuah kekeliruan besar. Di sini, Nikki sebenarnya adalah korban utama dari manipulasi sihir egois yang dilakukan oleh Bear. Pikiran, emosi, dan kesadaran murni Nikki telah direnggut paksa oleh ego laki-laki yang tidak siap menghadapi penolakan (rejection).

Sudut Pandang Psikologis yang Lebih Mendalam

Secara psikologis, film Obsession berhasil menyentuh isu krusial mengenai batasan persetujuan (consent). Bear menampilkan persona pria tertindas (sad boy) yang butuh dikasihani, sehingga penonton secara tidak sadar memosisikan dia sebagai korban saat Nikki mulai bertindak nekat.

Melalui pendekatan horor psikologis ini, Curry Barker sebenarnya ingin menampar penonton secara halus. Film ini memperlihatkan bagaimana sebuah hubungan yang dipaksakan, bahkan lewat bantuan supranatural sekalipun, tidak akan pernah berakhir sehat. Jadi, alih-alih merujak Nikki sebagai cewek gila, kita seharusnya melihat kengerian nyata dari obsesi manipulatif yang disembunyikan di balik wajah polos seorang sahabat.

Populer video

Berita lainnya