Gen Z Wajib Tahu Strategi Amankan Portofolio Investasi

Pic by Instagram

Celebrithink.com – Skenario terburuk melanda pasar keuangan kita. Pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026), nilai tukar rupiah resmi keok dan anjlok 52 poin ke level Rp17.795 per dolar AS. Bahkan, per hari Rabu ini, posisinya makin ambles menembus kepala 17.800! Sentimen perang di Timur Tengah bikin mata uang Paman Sam jadi buruan, sementara dompet kita yang isinya rupiah terancam ikutan boncos.

Biar status keuanganmu nggak berubah jadi mode sekarat, jangan cuma pasrah meratapi keadaan. Ini saatnya mengatur ulang portofolio keuanganmu dengan gaya investasi yang taktis. Yuk, simak survival guide biar tabunganmu nggak habis tak bersisa!

1. Stop FOMO Saham Impor, Amankan Aset di Logam Mulia

Saat dolar AS lagi ugal-ugalan, perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor bakal boncos besar-besaran karena biaya produksi membengkak. Efek domino terburuknya adalah ancaman PHK massal.

Jadi, kurangi dulu sifat FOMO (takut ketinggalan tren) investasi di saham-saham yang rentan bergejolak. Alihkan fokusmu untuk mengamankan dana darurat ke aset safe haven alias pelindung nilai, contoh paling gampangnya adalah emas batangan atau logam mulia. Emas terbukti paling kebal inflasi saat nilai mata uang domestik sedang terjun bebas.

2. Manfaatkan Suku Bunga Tinggi Lewat Deposito dan SBN

Melemahnya rupiah biasanya bakal direspons oleh Bank Indonesia dengan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga acuan. Nah, momen ini bisa kamu manfaatkan untuk memarkir uang dingin ke instrumen berpenghasilan tetap yang minim risiko.

Coba lirik Surat Berharga Negara (SBN) atau deposito perbankan nasional. Selain bunganya lagi seksi-seksinya, investasi model begini dijamin aman oleh negara. Konsepnya simpel: jangan taruh semua telur dalam satu keranjang yang sama biar kalau jatuh nggak pecah semua.

3. Jaga Likuiditas dan Fokus pada Kebutuhan Utama

Di masa krisis kepercayaan pasar seperti sekarang, memegang uang tunai (likuiditas) yang cukup adalah kunci utama untuk bertahan hidup. Tunda dulu keinginan buat checkout barang-barang tersier, ganti gadget baru, atau liburan ke luar negeri yang transaksinya pakai dolar. Fokuskan pendapatanmu untuk mengamankan pos kebutuhan pokok harian dan pastikan dana daruratmu sudah terisi minimal 3 sampai 6 bulan ke depan.

Populer video

Berita lainnya