Menteri Kebudayaan Arab Saudi Jelajahi Sejarah Nusantara di Museum Nasional

Pic by Kemenbud

Celebrithink.com – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi semakin erat melalui jalur kebudayaan. Pada Senin (13/4/2026), Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi, YM Bader bin Abdullah bin Farhan AlSaud, melakukan kunjungan resmi ke Museum Nasional Indonesia dan Galeri Nasional Indonesia dengan didampingi langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari rangkaian pertemuan bilateral untuk memperkuat kolaborasi strategis di bidang kebudayaan antar kedua negara.

Menapaki Jejak Peradaban dan Awal Islam di Nusantara

Di Museum Nasional, Menbud Fadli Zon mengajak delegasi Arab Saudi meninjau dua pameran kunci yang merepresentasikan kekayaan peradaban Indonesia:

  • Pameran Sejarah Awal: Menampilkan narasi perjalanan Nusantara dari sisi geologi hingga kehidupan manusia purba. Fadli Zon menekankan bahwa Indonesia adalah kawasan kunci evolusi manusia dunia, dengan temuan penting seperti Homo erectus di Jawa.
  • Pameran Misykat: Cahaya Peradaban Islam: Menjadi sorotan utama karena menampilkan jejak awal Islam di Indonesia sejak abad ke-7. Lewat lebih dari 300 artefak—termasuk manuskrip Al-Qur’an kuno dan batu nisan—pameran ini menunjukkan bagaimana Islam berkembang secara dinamis dan inklusif di tanah air dengan tetap berakar pada tradisi lokal.

Meninjau Sisi Modernitas di Galeri Nasional

Usai menelusuri sejarah masa lalu, rombongan bertolak ke Galeri Nasional Indonesia untuk melihat wajah seni kontemporer tanah air. Mereka meninjau pameran “Indonesian Women Artists #4 on the Map”, yang menampilkan karya 12 seniman perempuan Indonesia. Pameran ini menarik perhatian karena menggabungkan elemen seni, sains, dan teknologi, membuktikan bahwa kreativitas lokal terus berevolusi mengikuti zaman.

Momentum Diplomatik yang Strategis

Menteri Fadli Zon menjelaskan bahwa pameran ini dihadirkan untuk menceritakan alur besar perjalanan peradaban Nusantara secara komprehensif berbasis kajian ilmiah. Kunjungan YM Bader bin Abdullah bin Farhan AlSaud ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi pertukaran budaya yang lebih intensif, penelitian arkeologi bersama, hingga kolaborasi manajemen museum di masa depan.

Pertemuan ini menegaskan bahwa budaya adalah bahasa universal yang mampu menyatukan bangsa-bangsa melalui rasa saling menghargai sejarah dan kreativitas.

Populer video

Berita lainnya