Rekomendasi Akun Bookstagram yang “Wajib Follow” untuk Gen Z

Pic by Pexels

Celebrithink.com – Dunia literasi di Indonesia sedang berada dalam “masa keemasan” berkat kreator-kreator konten atau Bookstagram yang tidak hanya sekadar memamerkan sampul buku yang estetis, tetapi juga memberikan analisis mendalam.

Bagi kamu Gen Z yang sedang mencari “pemandu” untuk memilih bacaan berikutnya agar tidak salah beli coba cek akun Bookstagram ini. Mereka berhasil menjadikan aktivitas membaca sebagai lifestyle yang substansial.

1. @aditmkm

Adit dikenal dengan gaya bahasanya yang santai namun kritis. Kontennya sering menyinggung isu-isu sosial yang dibalut melalui buku yang dibacanya. Sangat cocok bagi kamu yang mencari rekomendasi buku “berat” namun tetap terasa relevan dengan problematika Gen Z saat ini.

2. @cellabacabuku

Jika kamu tipe pembaca yang menyukai ulasan emosional dan personal, Cella adalah pilihannya. Ia pandai membedah perasaan karakter di dalam buku, seolah-olah ia sedang menceritakan pengalaman hidupnya sendiri. Rekomendasinya sering kali menyentuh genre self-improvement dan fiksi kontemporer yang relatable.

3. @alwijo

Alwi sering membagikan insight dari buku non-fiksi dan filsafat dengan cara yang sangat mudah dicerna. Akunnya adalah “penyelamat” bagi mereka yang ingin mulai membaca buku-buku berbobot tapi takut bosan. Layout dan pemilihan bukunya sering kali memberikan perspektif baru tentang cara memandang hidup.

4. @mryaaam.s

Maryam memiliki keunikan dalam cara menyajikan konten yang aesthetic dan calming. Ia sering memberikan rekomendasi bacaan yang cocok untuk “me-time” atau saat ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk media sosial. Ulasannya singkat, padat, dan langsung ke poin utama.


Mengapa Mereka Layak Diikuti?

  • Kurasi yang Terarah: Mereka tidak hanya mempromosikan buku best-seller yang sedang hype, tapi juga berani mengangkat buku-buku tersembunyi (hidden gems).
  • Bukan Sekadar Estetika: Meskipun konten mereka terlihat cantik, nilai utamanya terletak pada pendapat pribadi yang jujur.
  • Membangun Komunitas: Mereka sering berinteraksi dengan pengikutnya di kolom komentar, membuat diskusi buku terasa seperti sedang mengobrol dengan teman sendiri.

Saat mengikuti akun-akun ini, jangan hanya melihat rekomendasi bukunya. Cobalah untuk melihat cara mereka menanggapi sebuah buku. Terkadang, cara seseorang memandang suatu cerita jauh lebih berharga daripada plot cerita itu sendiri.

Populer video

Berita lainnya