Financial Freedom vs Work-Life Balance, Dilema Karier Gen Z & Milenial

Liburan
Foto: Istimewa

Celebrithink.com – Bagi anak muda Indonesia saat ini, karier bukan lagi sekadar soal status atau jabatan keren di kartu nama. Berdasarkan laporan terbaru dari Deloitte 2025 Gen Z and Millennial Survey yang melibatkan ratusan responden lokal, terungkap bahwa keseimbangan antara cuan, makna kerja, dan kesehatan mental telah menjadi paket lengkap yang dicari dalam dunia profesional. Meskipun idealisme sering digaungkan, kenyataannya kemandirian finansial tetap menjadi “raja” di atas segalanya bagi 34% Gen Z dan 33% milenial kita.

Menariknya, keinginan untuk mengejar pekerjaan dengan dampak sosial langsung justru masih berada di angka yang cukup rendah, yaitu di bawah 10%. Fenomena ini menunjukkan pergeseran logika yang lebih realistis: anak muda Indonesia lebih memilih mengamankan “dompet” dan kondisi ekonomi pribadi mereka terlebih dahulu sebelum benar-benar terjun ke pekerjaan yang bersifat idealis. Bisa dibilang, sulit untuk memikirkan dampak sosial bagi dunia jika kebutuhan hidup sehari-hari saja belum stabil, sebuah pola pikir yang sangat masuk akal di tengah dinamika ekonomi global tahun 2026.

Namun, urusan karier bukan cuma soal angka di slip gaji. Ada ekspektasi besar yang mulai bergeser terhadap sosok atasan atau manajer di kantor. Sebanyak lebih dari 70% Gen Z dan milenial berharap bos mereka bisa menjadi mentor atau pembimbing yang suportif, bukan sekadar “pengawas” tugas teknis. Sayangnya, ada gap yang cukup lebar karena baru sekitar 52% responden yang merasa benar-benar mendapatkan bimbingan tersebut. Banyak yang mengeluhkan kalau atasan zaman sekarang masih terlalu kaku pada target operasional dan lupa untuk berperan sebagai sumber inspirasi bagi bawahannya.

Kesenjangan harapan ini menjadi sinyal merah sekaligus peluang bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Untuk bisa mempertahankan talenta muda berbakat, gaya kepemimpinan yang dingin dan teknis harus segera bertransformasi menjadi lebih empatik dan suportif. Pada akhirnya, generasi muda tidak hanya mencari tempat untuk bekerja demi uang, tetapi juga mencari lingkungan yang mendukung pertumbuhan mental dan profesional mereka secara berkelanjutan.

Populer video

Berita lainnya