Board of Peace Donald Trump Ditolak Keras, Gusdurian: Jangan Jadi Perdamaian Semu

Celebrithink.com – Isu Palestina kembali memanas di panggung internasional. Kali ini, Jaringan Gusdurian Indonesia secara tegas menyuarakan penolakan terhadap inisiatif terbaru Presiden AS Donald Trump yang bernama Board of Peace (Dewan Perdamaian). Inisiatif yang diluncurkan Trump pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss ini, diklaim sebagai solusi untuk konflik Israel-Palestina dan pembangunan Gaza. Namun, bagi Gusdurian, inisiatif ini hanyalah bungkus cantik dari dominasi politik imperialis.

Kenapa Board of Peace Dianggap Bermasalah?

Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, menyoroti kejanggalan besar dalam dewan ini. Bayangkan, sebuah dewan yang ingin mengurus masa depan Palestina, tapi tidak melibatkan satu pun wakil Palestina di dalamnya.Inisiatif ini dinilai sepihak, tanpa mandat hukum internasional yang jelas, dan justru melemahkan peran PBB. Hasilnya? Keputusan yang keluar diprediksi hanya akan menguntungkan kepentingan Amerika Serikat dan menghasilkan “perdamaian semu” tanpa memberikan kemerdekaan yang sesungguhnya bagi rakyat Palestina.

5 Poin Seruan Tegas Gusdurian

Menanggapi keterlibatan Indonesia dalam dewan tersebut, Jaringan Gusdurian mengeluarkan seruan penting.

  1. Tolak Board of Peace: Menganggapnya bukan jalan menuju kemerdekaan Palestina.
  2. Tarik Diri: Mendesak Pemerintah Indonesia untuk keluar dari Board of Peace karena dianggap bertentangan dengan amanat konstitusi kita yang menjunjung perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  3. Optimalkan PBB: Meminta pemerintah lebih aktif lewat Dewan HAM PBB yang lebih transparan dan akuntabel.
  4. Kontrol Masyarakat Sipil: Mengajak warga untuk tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang nggak sejalan dengan konstitusi.
  5. Dukungan untuk Palestina: Menyerukan seluruh warga Indonesia untuk terus melawan genosida yang dilakukan Israel.Indonesia Harus KonsistenKeterlibatan Indonesia dalam Board of Peace menjadi tanda tanya besar.

Gusdurian mengingatkan bahwa posisi Indonesia seharusnya adalah mendukung kemerdekaan penuh bagi Palestina, bukan terjebak dalam diplomasi yang justru melukai harga diri bangsa yang sedang dijajah.Dukungan terhadap Palestina bukan sekadar isu agama, tapi soal kemanusiaan dan martabat bangsa yang ingin menentukan nasibnya sendiri.

Populer video

Berita lainnya