Celebrithink.com – Belakangan ini, jagat X (Twitter) lagi heboh banget, tapi sayangnya bukan karena fitur baru yang keren. Fitur Grok AI besutan Elon Musk lagi jadi sorotan tajam karena banyak oknum nakal yang menyalahgunakannya untuk edit foto perempuan tanpa izin. Yang bikin makin parah, editan ini mengarah ke konten seksual atau non-consensual sexual content (NCSC). Fix, this is a major red flag!
Fenomena ini jadi tamparan keras buat kita semua: AI makin canggih, tapi kenapa etika manusianya malah makin mundur?
Teknologi Canggih, Moralitas Low-Res
Grok AI awalnya didesain buat jadi asisten pintar yang punya gaya bicara blak-blakan. Tapi kenyataannya, fleksibilitas ini justru jadi celah buat bikin konten Deepfake yang merugikan. Foto-foto perempuan—mulai dari public figure sampai orang biasa—bisa diubah dalam sekejap tanpa persetujuan. Ini bukan cuma soal “iseng”, tapi ini adalah bentuk pelecehan digital yang dampaknya bisa menghancurkan kesehatan mental korban seumur hidup.
Kenapa Bisa Kejadian?
Banyak ahli menilai kontrol keamanan di Grok atau platform X masih tergolong “longgar” dibanding kompetitor AI lainnya yang punya guardrails ketat buat mencegah pembuatan konten vulgar. Kebebasan tanpa batas di platform ini justru dimanfaatkan oleh orang-orang nggak bertanggung jawab buat memuaskan fantasi mereka yang toxic.
Dampak Nyata yang Nggak Main-Main
Pelecehan Seksual Berbasis Digital: Korban merasa martabatnya diinjak-injak, meski foto tersebut “hanya” hasil AI.
Krisis Kepercayaan: Kita jadi susah bedain mana konten yang real dan mana yang hasil manipulasi.
Pelanggaran Privasi: Ruang digital jadi nggak aman lagi buat perempuan untuk berekspresi.
Saatnya Melek Etika AI!
Kita perlu sadar kalau AI itu cuma alat. Bagus atau buruknya tergantung siapa yang pegang kendali. Kita butuh regulasi yang lebih galak dari pemerintah dan proteksi sistem yang lebih ketat dari pihak X. Jangan sampai dalih “kebebasan berbicara” malah jadi pembenaran buat melecehkan orang lain.
Stop being a digital creep! Gunakan teknologi buat hal yang impactful, bukan buat ngerusak hidup orang. AI harusnya bikin kita lebih produktif, bukan malah bikin etika kita hilang tanpa sisa.