Celebrithink.com – Franken-fashion atau sering disebut Franken-style adalah istilah yang diambil dari Frankenstein. makhluk ciptaan Dr. Frankenstein yang dibuat dengan menyambungkan berbagai bagian tubuh berbeda menjadi satu kesatuan yang utuh.
Dalam dunia mode, ini adalah gaya dekonstruksi dan rekonstruksi. Sederhananya mengambil dua atau lebih pakaian yang berbeda jenis, warna, atau tekstur, lalu menggabungkannya menjadi satu potong busana baru yang unik.
Ini bukan sekadar tren berpakaian, tapi sebuah pernyataan eksperimental. Gaya ini menantang estetika tradisional tentang “seperti apa pakaian yang seharusnya”.
Ciri Khas Gaya Franken-fashion:
- Ketidaksimetrisan (Asymmetrical): Sisi kiri baju mungkin kemeja flanel, sisi kanan mungkin sweater rajut.
- Perpaduan Material Kontras: Menggabungkan bahan yang tidak umum bersamaan, misalnya denim yang dijahit langsung dengan sutra atau bahan kulit dengan lace (renda).
- Warna “Tabrak Lari”: Tidak ada aturan warna. Semakin kontras, semakin dianggap “Franken”.
- Edgy & Experimental: Gaya ini tidak bertujuan untuk terlihat “cantik” secara konvensional, tapi untuk terlihat berani, menantang, dan artistik.
Mengapa Tren Ini Populer?
- Upcycling (Gerakan Berkelanjutan): Banyak pegiat sustainable fashion menggunakan baju-baju bekas yang rusak untuk dijadikan pakaian baru yang utuh. Daripada dibuang, pakaian “disambung-sambung”.
- Anti-Fast Fashion: Ini adalah bentuk protes terhadap pakaian yang seragam dan membosankan dari toko-toko retail besar. Franken-fashion memastikan kamu tidak akan ketemu orang dengan baju yang sama.
- Self-Expression: Ini adalah kanvas bagi mereka yang ingin terlihat unik dan menonjol di tengah keramaian.
Contoh Franken-fashion yang Sering Ditemukan:
- The Hybrid Jacket: Jaket yang setengahnya adalah bomber jacket dan setengah lainnya adalah blazer formal.
- Denim Remix: Celana jeans yang terdiri dari 3 atau 4 jenis kain denim berbeda (warna light wash, dark wash, hitam, dan acid wash).
- Split Tee: Kaus yang membelah dua gambar grafis berbeda dan disatukan di tengah.
Tips Kalau untuk Coba Mode Ini
- Mulai dari DIY: Kamu bisa mulai dengan memotong dua kemeja bekasmu, lalu menjahitnya kembali (atau minta bantuan penjahit) menjadi satu kemeja baru.
- Keep it Simple: Kalau takut terlihat “aneh”, mulailah dengan memadukan dua barang dengan warna yang senada tapi tekstur berbeda.
- Confidence is Key: Franken-fashion itu 80% adalah tentang kepercayaan diri saat memakainya. Karena gayanya yang sangat edgy, orang pasti akan menoleh!