Celebrithink.com – Dunia musik elektronik lagi dihebohkan sama aksi terbaru duo DJ legendaris asal Belanda, Yellow Claw. Mereka merilis karya visual spektakuler bertajuk The Interstellar Trap Mix. Menariknya, lokasi syutingnya bukan di studio canggih Eropa, melainkan di ikon wisata Jawa Timur, Gunung Bromo.
Sinematik “Antargalaksi” dari Tanah Jawa
Gunung Bromo dipilih karena punya lanskap yang nggak cuma ikonik, tapi juga terasa unreal. Dalam video musik tersebut, keindahan lautan pasir dan kawah Bromo berhasil memberikan kesan sinematik yang luar biasa. Penonton seolah diajak bertualang ke luar angkasa lewat pemandangan yang tampak asing namun memukau—bener-bener sesuai dengan judulnya, Interstellar.
Perpaduan antara musik trap yang bold khas Yellow Claw dengan visual kabut pagi dan gersangnya kaldera Bromo menciptakan vibe yang magical. Ini membuktikan kalau alam Indonesia punya daya tarik kelas dunia yang bisa masuk ke segala genre seni, termasuk musik EDM.
Bromo Jadi Langganan Musisi Internasional
Bukan rahasia lagi kalau Bromo punya magnet buat para kreator konten global. Sebelumnya, beberapa musisi mancanegara juga sempat melirik lokasi ini karena vibe “planet lain” yang sulit ditemukan di belahan dunia mana pun. Dengan rilisnya The Interstellar Trap Mix, popularitas Bromo di mata Gen Z internasional diprediksi bakal makin meroket.
Buat kamu yang belum nonton, siap-siap terpukau sama transisi visual yang halus banget. Ini bukan sekadar video musik biasa, tapi sebuah tribute untuk keindahan alam Indonesia yang dibalut dengan beat modern. Fix, Bromo makin masuk ke bucket list liburan wajib tahun ini!