Cara Minum Air yang Benar Agar Tubuh Tetap Bertenaga saat Puasa Ramadan 2026

Foto: Freepik.com

Celebrithink.com – Masalah klasik saat puasa bukan cuma soal menahan lapar, tapi bagaimana cara kita mengatur asupan cairan. Banyak dari kita yang terjebak dalam dua kubu: minum terlalu sedikit karena malas, atau justru minum terlalu banyak sekaligus saat berbuka. Padahal, asupan cairan yang “ugal-ugalan” di waktu berbuka justru bisa memicu rasa tidak nyaman di perut dan membuat tubuh cepat lemas keesokan harinya.

Menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli kesehatan, kunci utama hidrasi yang sukses adalah konsistensi, bukan kuantitas instan. Orang dewasa tetap dianjurkan memenuhi kuota 8 hingga 10 gelas air (sekitar 2–2,5 liter) per hari. Namun, rahasianya terletak pada bagaimana kita membagi porsi tersebut dari waktu berbuka hingga sahur.

Pola Hidrasi Ideal 2-4-2 (Atau Cicil Per Jam)
Agar tubuh menyerap cairan lebih efektif tanpa bikin perut kembung, cobalah pola hidrasi bertahap berikut ini:

Saat Berbuka: Mulailah dengan 1 hingga 2 gelas air putih suhu ruang. Ini untuk “membangunkan” sistem pencernaan dengan lembut.

Antara Buka & Sahur: Inilah kuncinya! Minumlah sekitar 150 ml air setiap 30 hingga 60 menit. Mencicil air sedikit demi sedikit membantu sel tubuh terhidrasi dengan lebih baik dibandingkan minum satu liter sekaligus.

Saat Sahur: Tutup dengan 2 hingga 3 gelas air. Hindari minuman yang terlalu manis atau berkafein tinggi saat sahur karena bisa memicu efek diuretik (sering buang air kecil) yang justru bikin haus di siang hari.

Dengan asupan yang bertahap, tubuhmu akan menjaga cadangan air dengan lebih stabil sepanjang waktu puasa. Cara berbuka yang benar tidak hanya memengaruhi kenyamanan perut di malam hari, tapi juga menentukan seberapa kuat fisikmu menghadapi aktivitas di hari berikutnya. Jadi, yuk mulai biasakan “nyicil” minum air agar puasa tahun 2026 ini jadi yang paling bugar buat kamu!

Populer video

Berita lainnya