Meneladani Sunnah Nabi untuk Ibadah yang Lebih Bermakna di Ramadan 2026

Pic by Pinterest

Celebrithink.com – Setiap kali hilal Ramadan muncul, suasana masjid seketika berubah menjadi lebih hidup. Suara tadarus Al-Qur’an yang menenangkan mulai menggema di malam hari, dan saf-saf salat pun dipenuhi jamaah yang antusias menjalankan ibadah khas bulan suci ini: salat Tarawih. Meski ibadah ini sudah menjadi rutinitas tahunan, masih banyak di antara kita yang kerap bertanya-tanya mengenai jumlah rakaat dan waktu pelaksanaannya yang paling ideal.

Satu hal mendasar yang perlu kita ingat adalah bahwa salat Tarawih pada dasarnya merupakan ibadah sunnah, bukan kewajiban yang memberatkan. Dilansir dari lama Muhammadiyah.or.id dijelaskan Rasulullah saw secara sadar memilih untuk tidak selalu mengimami Tarawih secara berjamaah di masjid setiap malam demi menunjukkan rasa kasih sayang kepada umatnya, agar ibadah ini tidak dianggap sebagai beban wajib yang menyulitkan.

Mengenai jumlah rakaat, sejarah mencatat adanya keberagaman praktik di tengah masyarakat. Namun, jika kita merujuk pada kesaksian ‘Aisyah ra yang sangat otentik, beliau menuturkan bahwa Rasulullah saw tidak pernah menambah salat malamnya, baik di dalam maupun di luar bulan Ramadan, lebih dari sebelas rakaat (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Hal ini memberikan penegasan bahwa formasi 11 rakaat, yang sudah mencakup salat Witir, adalah sunnah Nabi yang sangat kuat sanadnya dan menjadi pilihan banyak jamaah saat ini.

Lantas, kapan waktu paling afdal untuk menjalankannya? Sebenarnya, salat Tarawih sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada larut malam secara berjamaah di masjid, bahkan hingga mendekati waktu sahur, sebagaimana yang pernah dilakukan Nabi bersama para sahabat. Meski begitu, bagi kamu yang memiliki aktivitas padat atau ingin mengejar keutamaan berjamaah lebih awal, salat Tarawih tetap boleh dilakukan langsung setelah salat Isya. Prinsipnya tetap sama memudahkan umat untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya tanpa harus merasa terbebani. Jadi, rakaat mana pun yang kamu ikuti di masjid lingkunganmu, yang terpenting adalah kekhusyukan dan niat yang tulus untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Populer video

Berita lainnya