Celebrithink.com – Pernah lihat umbi berwarna ungu kemerahan yang bentuknya mirip kentang? Yup, itu adalah buah bit. Tanaman dari keluarga Amaranthaceae-Chenopodiaceae ini (masih satu geng sama lobak) sekarang lagi naik daun banget di kalangan pencinta hidup sehat.
Nggak cuma akarnya yang manis, sekarang orang-orang mulai doyan mengonsumsi daging hingga daunnya sebagai superfood. Tapi, tahu nggak sih kalau sejarah buah bit ini panjang banget?
Dari Afrika hingga Jadi “Pemanis” Dunia
Jauh sebelum masuk ke feed Instagram para health enthusiast, buah bit pertama kali dikonsumsi masyarakat Afrika ribuan tahun lalu. Singkat cerita, tanaman ini melanglang buana ke Asia dan Eropa lewat jalur perdagangan.
Bahkan, dari abad ke-16 sampai ke-19, bit punya peran krusial sebagai pewarna alami dan sumber gula. Di abad ke-19, bit sering banget dicampurkan dalam proses pemurnian gula tebu karena kandungan karbohidratnya yang tinggi.
Bestie Buat Kamu yang Lagi Program Diet
Buat kamu yang lagi jaga timbangan, buah bit bisa jadi bestie baru. Bit mengandung karbohidrat yang pas, tapi rendah lemak, kalori, dan protein. Jadi, kamu bisa dapet energi tambahan tanpa takut asupan kalori bocor.
Kandungan nutrisinya juga nggak main-main. Dalam satu buah bit, kamu bisa dapet paket lengkap:
- Asam Folat & Zat Besi: Penting banget buat regenerasi sel dan pembentukan sel darah merah.
- Serat & Kalium: Bagus buat pencernaan dan kesehatan jantung.
- Vitamin C & Magnesium: Double protection buat jaga fungsi tubuh tetap maksimal.
Rahasia di Balik Warna Ungu “Estetik”
Warna merah keunguan yang khas pada bit berasal dari pigmen betasianin. Pigmen ini bukan cuma bikin makanan jadi terlihat estetik secara alami, tapi juga punya peran sebagai fitonutrien yang bekerja bareng vitamin dan mineral lainnya untuk menjaga sistem imun kamu tetap tangguh.
Dengan kombinasi nutrisi selengkap itu, nggak heran kalau rutin konsumsi bit bisa bikin daya tahan tubuh kamu makin optimal dan nggak gampang tumbang di tengah cuaca yang lagi nggak menentu.